Irak Tetap Berangkat ke Meksiko demi Mimpi Piala Dunia
- 15 Mar 2026 23:01 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Irak akan tetap melakukan perjalanan ke Meksiko menggunakan pesawat pribadi untuk melakoni pertandingan play-off Piala Dunia. Keputusan ini diambil meskipun ada seruan dari pelatih Graham Arnold untuk menunda pertandingan tersebut di tengah situasi perang antara AS-Israel dengan Iran.
Melansir dari BBC News, Tim nasional Irak dijadwalkan akan menghadapi salah satu antara Bolivia atau Suriname di Monterrey pada tanggal 31 Maret mendatang. Pemenang dari laga play-off antar-konfederasi ini akan memastikan satu tempat otomatis untuk berlaga di putaran final Piala Dunia 2026.
Situasi di kawasan Timur Tengah saat ini sedang memanas dan penerbangan telah ditutup sepenuhnya sejak tanggal 28 Februari lalu. Hal ini terjadi setelah serangan AS-Israel dimulai dan Iran merespons dengan menembakkan rudal serta drone ke berbagai wilayah di sekitarnya.
Meski kondisi sulit, Ketua Federasi Sepak Bola Irak Adnan Dirjal menyatakan telah menyurati FIFA untuk menjelaskan kendala perjalanan yang mereka hadapi. Ia mengungkapkan bahwa badan pengatur sepak bola dunia tersebut sangat kooperatif dalam menanggapi permohonan bantuan dari pihak Irak.
Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan telah mengarahkan Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom untuk memantau situasi ini secara langsung. Langkah tersebut diambil guna membantu mengatasi segala kesulitan teknis dan memfasilitasi keberangkatan tim nasional Irak menuju Meksiko.
Adnan Dirjal mengonfirmasi bahwa Irak akan segera bertolak pada akhir pekan ini dengan menggunakan fasilitas pesawat pribadi. Selain itu, pihak federasi memastikan bahwa visa masuk ke Meksiko sudah aman dan para pemain di Eropa akan bergabung secara terpisah.
Irak sebelumnya berhasil mengalahkan Uni Emirat Arab dengan agregat 3-2 pada putaran kelima kualifikasi zona Asia bulan November lalu. Keberhasilan tersebut membawa mereka selangkah lagi untuk lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak partisipasi terakhir di tahun 1986.
Kini seluruh elemen tim diminta untuk fokus sepenuhnya karena waktu yang tersisa hanya tinggal 17 hari sebelum pertandingan dimulai. Federasi berkomitmen menyediakan kondisi terbaik bagi para pemain demi mewujudkan impian besar seluruh penggemar sepak bola di Irak.