Asian Minifootball Championship 2026 Pakai Bola Produksi Asli Majalengka
- 10 Feb 2026 12:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Dari tangan-tangan warga desa di Kabupaten Majalengka, sebuah bola kembali menembus batas dunia. Indonesia resmi menjadi tuan rumah Asian Minifootball Championship 2026, dan kebanggaan itu kian lengkap karena bola yang akan bergulir di turnamen bergengsi Asia tersebut merupakan produk asli Majalengka, Jawa Barat.
Bola buatan rumahan yang lahir dari sentra kerajinan di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, kembali dipercaya setelah sebelumnya mencatat sejarah dipakai dalam Piala Dunia 2018. Kini, bola asal Majalengka tersebut siap digunakan pada Asian Minifootball Championship 2026 yang akan digelar di Jakabaring Sport City, Palembang, pada 24 April hingga 4 Mei 2026.
Kepercayaan internasional ini disampaikan langsung oleh Irwan Suryanto, pemilik PT Sinjaraga Santika Sport (Triple S). Produsen bola sepak asal Majalengka yang menjadi satu-satunya di Indonesia dengan sertifikasi standar FIFA.
"Alhamdulillah, bola Majalengka kembali dipercaya. Kali ini dipakai untuk Asian Minifootball Championship 2026 di Palembang,” ujar Irwan Suryanto, Selasa 10 Februari 2026.
Irwan menjelaskan, Indonesia sejatinya ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Bola Mini 2026. Namun kemudian dipercaya menggelar Kejuaraan Sepak Bola Mini Asia 2026 setelah Vietnam mendapat sanksi.
Keunggulan bola produksi Triple S terletak pada sertifikasi standar FIFA yang melekat pada produknya. Sertifikasi ini menjadi kunci utama diterimanya bola Majalengka di pasar internasional.
"Bola kami satu-satunya di Indonesia yang memiliki standar FIFA. Kalau sudah approve atau inspect, bola itu sah dipakai dan pemain tidak boleh menolak," paparnya.
Menjelang pelaksanaan Asian Minifootball Championship 2026, permintaan bola melonjak tajam. Irwan mengungkapkan, pesanan yang masuk telah mencapai lebih dari 10.000 bola. Bahkan terus bertambah dari berbagai perusahaan dan negara peserta turnamen.
"Pesanan sudah puluhan ribu bola, baik dari perusahaan maupun negara peserta. Dan semuanya sudah sesuai standar dan aturan FIFA," jelasnya.
Di balik prestasi ini, terdapat nilai sosial yang kuat. Produksi bola melibatkan warga sekitar Majalengka, khususnya masyarakat kurang mampu, yang diberdayakan melalui pekerjaan menjahit bola dengan sistem upah bervariasi.
"Ini bentuk kepedulian kami. Warga dilibatkan langsung dalam proses produksi, dan pesanan bola terus meningkat menjelang kejuaraan di Palembang," katanya.
Keikutsertaan bola buatan Majalengka dalam Asian Minifootball Championship 2026 menjadi bukti bahwa industri rumahan lokal mampu bersaing di level Asia. Sekaligus menegaskan bahwa kualitas karya anak bangsa tak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi standar utama di lapangan hijau internasional.
Masyarakat Indonesia pun patut berbangga, karena dari Kabupaten Majalengka, sebuah bola kembali menggulirkan nama bangsa ke panggung Asia.