Persiapan Tim Bulutangkis Indonesia jelang All England 2026

  • 23 Feb 2026 22:55 WIB
  •  Cirebon

RRI. CO. ID, Cirebon - Tim bulutangkis Indonesia melakukan persiapan penuh jelang tampil di All England Open Badminton Championships 2026, yang akan berlangsung pada 3-8 Maret 2026 di Birmingham, Inggris. Turnamen ini merupakan kejuaraan dengan level tertinggi dalam kalender BWF World Tour Super 1000, sekaligus menjadi salah satu ajang paling prestisius dan bersejarah dalam dunia bulutangkis.

All England bukan sekadar ajang perebutan gelar, tetapi menjadi tolok ukur kualitas, konsistensi, dan mental juara seorang atlet. Persaingan di level ini menuntut kesiapan maksimal dari seluruh aspek baik fisik, teknik, taktik, hingga mental karena setiap pertandingan akan mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia.

Sebanyak 24 atlet Indonesia akan berlaga pada turnamen ini. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa persiapan dilakukan secara terukur dan menyeluruh dengan menitikberatkan pada kesiapan fisik, teknis, mental, serta adaptasi terhadap kondisi lokasi pertandingan yang berada di kawasan Eropa.

“Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24-28 Februari 2026 di Milton Keynes, yang berjarak sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Birmingham. Selanjutnya, pada 1 Maret, tim akan berpindah ke kota Birmingham agar para atlet memiliki waktu adaptasi yang optimal dengan venue pertandingan,” ujar Eng Hian dalam rilis di website resmi PBSI.

Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi aklimatisasi dilakukan dengan mempertimbangkan fasilitas latihan, kenyamanan atlet, serta efektivitas adaptasi menuju turnamen dengan tingkat persaingan tertinggi. “Kami ingin pemain benar-benar siap saat memasuki arena, baik secara fisik, teknis, maupun mental,” ucapnya menegaskan.

Dari total 24 atlet yang diturunkan, sejumlah atlet akan menjalani debut di kejuaraan All England Super 1000 ini, yakni Alwi Farhan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rahmat Hidayat, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Meilysa Trias Puspitasari, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Pasaribu, serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Kehadiran para debutan ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman bertanding sekaligus memperkuat fondasi prestasi jangka panjang bulutangkis Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi dan dinamika tim, PP PBSI juga melakukan penyesuaian struktur kepelatihan di sektor ganda putra yang bertujuan untuk refreshing. Dengan persiapan menyeluruh dan fokus penuh, Indonesia menargetkan minimalkan satu gelar juara pada All England 2026.

Rekomendasi Berita