Sempat Bela Daerah Lain, Atlet Kuningan Akhirnya Raih Emas ASEAN

  • 21 Feb 2026 12:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID , Kuningan - Tiga atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Kabupaten Kuningan sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih empat medali emas pada ajang ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menghadirkan kisah perjalanan panjang yang penuh dinamika hingga akhirnya mereka mampu berdiri di podium tertinggi.

Ketua NPCI Kabupaten Kuningan periode 2025–2030, Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd., mengungkapkan bahwa perjuangan para atlet tidaklah sederhana karena mereka sempat memperkuat daerah lain sebelum akhirnya kembali membela tanah kelahiran. “Perjalanannya sedikit rumit juga, karena pada awalnya teman-teman ini tidak memperkuat Kuningan, Saudara Dheva sempat memperkuat Tasik dan Hilman di Kabupaten Bekasi, tetapi mungkin berkat doa masyarakat Kuningan mereka bisa kembali lagi ke tanah leluhur dan Alhamdulillah bisa mengibarkan bendera Kuningan di ajang internasional,” ujarnya kepada RRI di acara Podcast Lentera Inspirasi episode 17, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurut Wibawa, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya agar atlet-atlet potensial asal Kuningan yang tersebar di luar daerah dapat kembali dan berkembang bersama NPCI Kuningan. “Jujur Kuningan itu banyak atlet berpotensi tetapi tersebar di luar Kuningan, itu menjadi PR saya bagaimana mereka bisa kembali lagi ke tanah leluhurnya dan bersama-sama membangun prestasi untuk daerah,” katanya.

Sementara itu, rasa bangga dan haru juga disampaikan langsung oleh para atlet yang berhasil meraih medali emas di ajang bergengsi tingkat ASEAN tersebut. Atlet para bulu tangkis, Dheva Anrimusthi, mengaku pencapaian ini menjadi momen yang sangat membahagiakan dalam perjalanan kariernya. “Perasaannya jelas sangat bangga ya, karena juara Asian itu enggak gampang, jadi saya sangat bangga banget,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Hilman Wilastra dari cabang para angkat berat yang menjalani debutnya di ajang internasional dan langsung mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. “Tenang, bangga, ini kan debut saya pertandingan perdana dan Alhamdulillah terbukti pencapaiannya,” ujarnya.

Ketua NPCI menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah serta komitmen bersama dalam membina atlet secara berkelanjutan, sehingga prestasi tidak berhenti pada satu momentum saja. Ia menilai kemenangan akan terasa lebih lengkap ketika atlet mampu membela dan mempertahankan nama daerahnya sendiri di level yang lebih tinggi.

Ke depan, NPCI Kuningan bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pembinaan dengan fokus pada cabang olahraga yang dinilai paling potensial agar prestasi terus berlanjut dan melahirkan bibit-bibit baru. Keberhasilan tiga atlet dengan empat medali emas ini pun menjadi bukti bahwa dengan proses panjang, konsistensi, dan dukungan semua pihak, atlet disabilitas Kuningan mampu bersaing dan berjaya di panggung internasional.

Rekomendasi Berita