Seleksi Papua Football Academy Dipastikan Objektif

  • 03 Jun 2025 19:55 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Papua Football Academy (PFA) kembali menggelar proses seleksi pemain muda di berbagai daerah di Papua, termasuk di Kabupaten Boven Digoel. Dalam pelaksanaan seleksi tersebut, pihak akademi menegaskan bahwa proses penjaringan calon pemain dilakukan secara objektif, transparan, indikator berdasarkan kualitas serta kemampuan peserta.

Asisten Pelatih Papua Football Academy, Isak Wanggai menegaskan, setiap peserta yang ikut seleksi akan dinilai murni berdasarkan kemampuan teknis, taktik, mental, serta etos latihannya. Ia memastikan bahwa tidak ada intervensi dalam proses penilaian, dan hanya mereka yang benar-benar layak yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya.

"Seleksi ini kami lakukan secara objektif. Semua anak yang ikut punya kesempatan yang sama, tapi tentu yang terpilih adalah mereka yang memang menunjukkan kemampuan yang lebih baik. Tidak semua akan lolos, karena akademi hanya bisa menampung jumlah terbatas," ujar Isak Wanggai saat ditemui di sela-sela proses seleksi di lapangan sepak bola SMP N I Tanah Merah, Selasa (3/6/2025).

Menurut Isak, peserta yang dinyatakan lolos di tingkat kabupaten nantinya akan diundang ke Jayapura, untuk mengikuti seleksi lanjutan yang lebih ketat. Tahapan ini penting untuk menyaring peserta yang tidak hanya memiliki bakat alami, tetapi juga kesiapan mental dan kedisiplinan yang tinggi untuk menempuh pelatihan di tingkat akademi.

"Ini baru awal. Anak-anak yang lulus seleksi di daerah masih harus melalui tahapan selanjutnya di Jayapura. Di sana, kami akan melihat lagi aspek lain yang lebih mendalam, termasuk karakter dan daya juang mereka di lapangan," tambahnya.

Papua Football Academy sendiri dikenal sebagai salah satu proyek pengembangan talenta muda Papua, yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta dan pemerintah. Akademi ini bertujuan membina bibit muda Papua, agar dapat bersaing di level nasional bahkan internasional.

Dalam kesempatan itu, Isak Wanggai juga memberikan pesan penting kepada generasi muda Papua yang bercita-cita menjadi pesepakbola profesional. Ia menekankan, menjadi bagian dari PFA bukanlah satu-satunya jalan menuju kesuksesan di dunia sepakbola, tetapi PFA bisa menjadi salah satu jembatan menuju mimpi besar tersebut.

"Yang paling penting adalah persiapan diri. Anak-anak yang punya mimpi jadi pemain profesional harus mulai dari sekarang. Berlatih dengan disiplin, jaga pola hidup sehat, dan terus belajar. Papua punya banyak talenta, tapi hanya yang konsisten yang bisa bertahan," ucapnya.

Papua, selama ini dikenal sebagai salah satu gudang pemain berbakat di Indonesia. Sejumlah nama besar dari Papua adalah contoh nyata keberhasilan talenta menembus panggung nasional.

Papua Football Academy hadir untuk memastikan, bahwa tradisi tersebut terus berlanjut dan bahkan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan seleksi yang ketat dan objektif ini, PFA berharap dapat melahirkan generasi pesepakbola baru yang tidak hanya hebat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan semangat juang tinggi untuk mengharumkan nama Papua dan Indonesia.

Rekomendasi Berita