Pelajar Asal Bone Sumbang Emas untuk Indonesia
- 14 Feb 2026 17:01 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sihanoukville – Prestasi membanggakan ditorehkan Muh Asrul Rafzanjani, pelajar asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer ke-6, 10–13 Februari 2026 di Sihanoukville, Kamboja. Di usia 17 tahun, Asrul tampil gemilang dan membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk bersaing di level dunia.
Keberhasilannya sekaligus mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional Tersebut. Asrul merupakan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Bone. Ia tinggal di Kading, Jalan Supu Talibbe, Kabupaten Bone, dan dikenal sebagai atlet muda yang disiplin membagi waktu antara sekolah dan Latihan.
Perjalanan menuju panggung dunia bermula dari perhatian pelatih asal Sulawesi Selatan, Coach Wandi, yang melihat potensi besar dalam diri Asrul. Melalui koordinasi dengan pelatih daerah, Asrul kemudian dipersiapkan untuk tampil di berbagai kejuaraan nasional hingga Internasional.
Sebelum fokus pada Kun Khmer, Asrul lebih dulu menekuni silat, Muay Thai, dan tinju. Pengalaman lintas cabang bela diri tersebut membentuk teknik bertarung yang matang dan mental juara yang Kuat.
Ia rutin menjalani latihan lima hingga enam kali sepekan, baik di rumah pelatihnya di BTN Lona Timur maupun di Jalan Ahmad Yani, Bone. Konsistensi latihan menjadi kunci keberhasilannya menembus level Dunia.
Sejumlah prestasi telah diraih sebelum tampil di ajang internasional, di antaranya Makassar One Night Fight, perebutan Piala Pongtiku cabang boxing di Toraja, serta Kejuaraan Provinsi Boxing di Makassar dan Toraja. Puncak kariernya di tingkat nasional terjadi saat tampil pada Kejuaraan Nasional Kun Khmer Vol. 3 di Makassar. Dari ajang tersebut, ia terpilih memperkuat Tim Nasional Kun Khmer Indonesia. “Di situ saya terpilih menjadi bagian dari Tim Nasional Kun Khmer Indonesia,” Ujar Asrul, Sabtu, 14 Februari 2026.
Pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026, Indonesia menurunkan tujuh atlet dan seluruhnya berhasil meraih medali. Medali emas Asrul menjadi salah satu penentu capaian gemilang kontingen Merah Putih.
Putra ketiga dari empat bersaudara pasangan Ramli Arif dan Satriani ini bercita-cita menjadi PNS atau anggota TNI. Meski demikian, ia menegaskan akan terus menekuni dunia olahraga dan bertekad mengharumkan nama Sulawesi Selatan serta Indonesia di kancah Internasional.