Piala Dunia 2026 Dihantui Konflik Timur Tengah

  • 05 Mar 2026 12:35 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru menjelang penyelenggaraan FIFA World Cup 2026. Konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terjadi ketika turnamen sepak bola terbesar dunia itu hanya tinggal sekitar 100 hari sebelum laga pembuka digelar.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan total 104 pertandingan yang berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung selama 39 hari di 16 kota, sekaligus menjadi panggung bagi pemain-pemain terbaik dunia untuk mencatatkan prestasi di level internasional.

Namun eskalasi konflik di Timur Tengah menimbulkan kecemasan tersendiri bagi penggemar sepak bola. Situasi keamanan global menjadi perhatian sejak operasi militer terhadap Iran diumumkan pada akhir Februari 2026, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas menjelang turnamen besar tersebut.

Laporan media olahraga Spanyol Marca menyebutkan bahwa tim nasional Iran berpotensi mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026. Hal itu dikaitkan dengan situasi politik dan keamanan yang membuat federasi sepak bola negara tersebut kesulitan merencanakan agenda tim nasional.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dilaporkan akan melakukan pembahasan dengan otoritas sepak bola setempat terkait langkah yang akan diambil. Keputusan tersebut menjadi sorotan karena Iran merupakan salah satu tim yang telah memastikan tiket ke turnamen tersebut.

Selain faktor keamanan, penggemar juga dihadapkan pada lonjakan biaya perjalanan dan akomodasi. Media Inggris The Sun melaporkan harga hotel di sejumlah kota penyelenggara meningkat tajam, begitu pula dengan tiket pesawat menuju negara tuan rumah.

Harga tiket pertandingan juga menuai perhatian. Tiket final Piala Dunia 2026 dilaporkan mulai dari sekitar 2.000 dolar AS, sementara paket kursi premium bisa mencapai lebih dari 8.000 dolar AS. Bahkan di pasar penjualan kembali, harga tiket dilaporkan melonjak sangat tinggi karena tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan, sementara federasi sepak bola dunia FIFA masih menahan sebagian tiket hingga seluruh peserta turnamen dipastikan.

Rekomendasi Berita