Shokaido, Incar Tiket Kejuaraan Dunia di Turki 2026
- 06 Mar 2026 09:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru- Persiapan panjang telah dilakukan dan Aroma perjuangan pun sudah terasa jauh sebelum peluit pertama dibunyikan. Karateka Kalimantan Selatan tak sekadar datang ke Lampung untuk bertanding, tetapi membawa misi besar emas dan tiket menuju panggung karate dunia.
Lampung dipastikan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shokaido atau Kejurnas Shokaido yang berlangsung 9–12 April 2026. Ajang ini bukan hanya soal medali, melainkan bagian dari rangkaian ujian sabuk hitam, akreditasi pelatih, serta wasit juri.
Lebih dari itu, Kejurnas menjadi gerbang seleksi menuju level berikutnya. Ketua KSH Shokaido Kalimantan Selatan, Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan, menegaskan target Banua jelas meraih emas.
“Target kami ingin memperoleh medali emas agar ada atlet yang bisa bergabung di tim PB Shokaido. Itu penting sebagai langkah menuju Kejurnas Forki di Jawa Barat Mei 2026 dan bagian dari persiapan ke kejuaraan karate dunia di Turki,” ujar Yusfi, sapaan akrabnya.
Nama Yusfi bukan sosok baru. Ia dikenal sebagai legenda karate Kalsel sekaligus pendiri Yusfi Karate Club serta Yusfi pernah tampil mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia karate di Tokyo Jepang tahun 2024 Sentuhan kepemimpinannya terlihat dari pola persiapan yang disiplin dan sistematis.
Sejak 1 Januari hingga akhir Januari, para atlet sudah menjalani external training camp di Yusfi Karate Club. Lalu berlanjut internal TC dari 1 Februari sampai 25 Maret. Puncaknya, karantina penuh diberlakukan mulai 6 Maret hingga 5 April.
Pada 7 April, kontingen dijadwalkan bertolak ke Lampung. Program panjang itu bukan tanpa alasan.
Kejurnas kali ini Kalsel ikut dalam katagori kata perorangan, kata beregu, dan kumite perorangan dari pra usia dini hingga veteran. Artinya, persaingan akan padat, tensi tinggi, dan margin kemenangan sangat tipis.
Namun Yusfi bertekad rombongan Shoikaido Kalsel tak datang dengan mental penonton dan penggembira saja. “Kejurnas ini untuk mengasah mental dan pengalaman atlet. Kami ingin mereka tampil bukan hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara mental,” ucapnya.
Lebih jauh, Kejurnas ini menjadi batu loncatan menuju panggung dunia. Jika sukses, atlet Banua berpeluang menjadi bagian tim Indonesia untuk tampil di kejuaraan Dunia SKIF (Shotokan Karate International Federation) di Antalya, Turki, November 2026.
"Perjalanan ke Lampung bukan sekadar perjalanan antarpulau. Ini adalah langkah awal menuju Antalya. Dari tatami nasional ke panggung dunia," kata Yusfi.