Atlet Tinju Kota Banjarmasin tetap Jalani Program Latihan meski Berpuasa

  • 27 Feb 2026 22:19 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Banjarmasin tetap menerapkan program latihan bagi para atlet binaannya selama bulan suci Ramadan. Langkah ini diambil untuk menjaga kondisi fisik dan performa atlet di tengah penyesuaian jadwal latihan selama menjalankan ibadah puasa.

Pelatih Tinju Kota Banjarmasin, Arbain mengatakan, program latihan tetap dilakukan seperti biasa dengan pengurangan intensitas dan waktu selama bulan Ramadan. Setiap atlet akan mengikuti latihan sesuai jadwal yang ditentukan.

“Untuk latihan di bulan ramadan ini kita tetap laksanakan dengan waktu yang terbatas, biasanya 2 jam per latihan saat ini hanya 1 jam saja. Untuk program latihannya tetap sama seperti yang sudah aja tapi waktunya kita kurangi,” ucap Arbain, usai dialog di RRI Banjarmasin, Jum’at, 27 Februari 2026.

Arbain menjelaskan untuk porsi latihan sendiri dilakukan sebanyak 5 kali dalam seminggu. Menurutnya, setiap latihan akan dibagi jenis latihannya sesuai dengan program yang ditentukan.

“Jadi untuk program latihannya sendiri sudah diprogramkan. Mulai dari latihan kekuatan tangan, latihan fisik, kekuatan perut, kemudian lari memutari wisma antasari agar fisiknya terjaga dengan catatan 4-5 km,” ujarnya.

Arbain menyampaikan seluruh atlet dari berbagai kelompok umur ikut menjalani latihan selama bulan ramadan. Menurutnya, para atlet menunjukan semangat yang luar biasa meski sedang menjalani puasa.

“Alhamdulillah yang berlatiu mulai dari pemula, junior, senior sampai elite, jadi banyak hampir ada 20an orang lebih yang berlatih, meskipun hujan pun mereka tetap turun latihan jadi pelatih harus stand by,” katanya.

Arbain menambahkan latihan yang dilakukan juga untuk menjaga performa para atlet supaya tetap terjadw selama menjalani ibadah puasa. Selain itu, pelatih tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi kejuaraan yang akan dilaksanakan pertengahan tahun.

Adanya program latihan di bulan ramadan disambut baik oleh para atlet, Muhammad Rafly misalnya yang tetap bersemangat mejalani latihan meski sembari berpuasa. Menurutnya, latihan ini penting dilakukan untuk menjaga fisik dan performa.

“Untuk intensitasnya dikurangi ya latihannya, tapi tetap diri sendiri sih yang mau nambah-nambah jadi disesuaikan kemampuan diri aja. Karena penting sebagai atlet untuk menjaga stamina, power dan strategi karena kalau gak latihan rasanya kayak mulai nol lagi,” katanya.

Rafly mengatakan tantangan yang dihadapi ketika menjalani latihan dibulan ramadan. Meurutnya, yang sering dialami para atlet adalah kurangnya cairan tubuh atau dehidrasi.

“Mungkin tantangannya lebih ke dehidrasi ya, staminanya agak kurang, biasanya kan kalau habis latihan minum banyak nih, jadi mungkin karena kadar airnya keluar lebih banyak jadi lebih ke dehidrasi,” katanya.

Rafly menambahkan, selain latihan di sasana, dirinya juga melakukan latihan mandiri di rumah. Menurutnya, hal ini dilakukan agar meningkatkan kemampuan untuk persiapan menghadapi pertandingan kedepannya.

Rekomendasi Berita