Pelatih Angkat Berat Jabar Terharu Dengar Kabar PON 2028
- 08 Mar 2026 16:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kepala Pelatih Angkat Berat Jawa Barat, Usdi Permana, mengaku sangat gembira setelah mendengar kabar bahwa cabang olahraga angkat berat berpeluang kembali dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur. Kabar tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh jajaran pelatih yang selama ini menantikan kepastian mengenai nasib cabang olahraga tersebut.
Usdi bahkan mengaku sempat terharu ketika menerima informasi dari pengurus Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) mengenai peluang tersebut. Menurutnya, kabar tersebut menjadi angin segar bagi para pelatih dan atlet yang sebelumnya diliputi ketidakpastian.
“Terus terang sebelumnya saya sempat pesimis. Tapi ketika mendapat kabar dari pengurus Pabersi bahwa angkat berat kemungkinan dipertandingkan di PON, saya sangat gembira dan terharu,” ujar Usdi Permana, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sebelumnya sempat muncul kekhawatiran bahwa cabang olahraga angkat berat tidak akan masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2028. Situasi tersebut membuat sebagian atlet dan pelatih merasa cemas terhadap masa depan pembinaan olahraga angkat berat.
Namun setelah muncul kabar terbaru mengenai peluang dipertandingkannya angkat berat, suasana di lingkungan tim pelatih dan atlet pun berubah. Semangat para atlet kembali tumbuh setelah mendapatkan kepastian bahwa perjuangan mereka masih memiliki tujuan di tingkat nasional.
Menurut Usdi, kabar tersebut juga disambut sangat positif oleh para atlet Jawa Barat. Mereka yang sebelumnya sempat kehilangan motivasi kini kembali bersemangat untuk menjalani program latihan secara serius.
“Anak-anak atlet yang tadinya sudah pesimis, sekarang kembali antusias. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus yang sudah memperjuangkan agar angkat berat tetap dipertandingkan di PON,” katanya.
Terkait persiapan menuju PON 2028, Usdi menyebut komposisi atlet yang akan memperkuat Jawa Barat kemungkinan mengalami perubahan dibandingkan skuad pada PON sebelumnya di Aceh. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor regenerasi dan dinamika dalam dunia olahraga prestasi.
Ia menjelaskan, beberapa atlet kemungkinan akan pensiun atau tidak lagi aktif bertanding karena faktor usia maupun alasan pribadi. Oleh karena itu, proses regenerasi atlet akan menjadi perhatian penting dalam membangun kekuatan tim Jawa Barat ke depan.
“Setelah Porprov Jawa Barat nanti kita akan melihat siapa saja atlet yang berpotensi. Juara Porprov belum tentu langsung masuk tim PON karena kita juga mempertimbangkan proses regenerasi,” jelas Usdi.
Meski akan melakukan pembaruan komposisi atlet, pihaknya tetap menargetkan kontribusi medali bagi kontingen Jawa Barat pada PON 2028 mendatang. Target tersebut disesuaikan dengan perkembangan kemampuan atlet yang akan dipersiapkan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami tentu ingin tetap memberikan kontribusi medali untuk Jawa Barat. Targetnya realistis dulu, mungkin empat sampai lima medali, tetapi nanti akan kita lihat perkembangan atlet hingga mendekati PON,” tandasnya.