Safaruddin Kembali Pimpin PBSI Aceh 2026–2030

  • 08 Feb 2026 10:59 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh masa bakti 2026–2030.

Bupati Aceh Barat Daya itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Aceh yang digelar di Muraya Hotel, Banda Aceh, Jumat, 7 Februari 2026.

Aklamasi tersebut mencerminkan soliditas insan bulutangkis Aceh. Safaruddin memperoleh dukungan penuh dari 23 pengurus PBSI kabupaten dan kota se-Aceh yang sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepadanya untuk melanjutkan roda organisasi empat tahun ke depan.

Di bawah kepemimpinannya, PBSI Aceh dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet. Dukungan pengurus daerah menjadi bukti kepercayaan terhadap kinerja dan arah pembinaan yang selama ini dijalankan, termasuk penguatan pembinaan atlet usia dini. Dalam kesempatan itu, Safaruddin menegaskan komitmennya memajukan bulutangkis Aceh.

“Kepengurusan PBSI Aceh ke depan akan difokuskan pada penguatan pembinaan atlet yang berkelanjutan dan terukur, termasuk pembinaan usia dini.” ucap Safaruddin dalam sambutannya

Musprov PBSI Aceh itu juga turut dihadiri Ketua Umum KONI Aceh Pon Yahya, Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagja, serta legenda bulutangkis nasional Tontowi Ahmad.

Dalam kesempatan tersebut, Pon Yahya meminta PBSI Aceh konsisten memperkuat sistem latihan guna menjaga prestasi, khususnya menghadapi PON 2028 di Nusa Tenggara Barat.

“Konsistensi pembinaan dan sistem latihan yang kuat menjadi kunci menjaga prestasi bulutangkis Aceh, terutama dalam menghadapi PON 2028.” Ucapnya.

Untuk di ketahui, Pengprov PBSI Aceh mencatat sejumlah capaian selama masa kepemimpinan Safaruddin di periode 2022–2026. Salah satu prestasi yang menonjol adalah keberhasilan meraih medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumatera Utara.

Medali tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena merupakan medali pertama Aceh di cabang olahraga bulutangkis dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

Rekomendasi Berita