Subulussalam Jadi Tuan Rumah Regional Aceh Junior League 2026
- 10 Mar 2026 11:07 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Kota Subulussalam resmi terpilih menjadi tuan rumah ajang sepak bola kelompok umur bertajuk Aceh Junior League (AJL) 2026 yang akan berlangsung pada 23–24 Mei mendatang. Penunjukan ini menjadikannya sebagai jembatan bagi tim-tim lokal menuju kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan di Sumatera Barat. Dipilihnya Subulussalam merupakan hasil proses bidding dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Koordinator Wilayah Sumatera Utara guna memastikan kelayakan fasilitas pertandingan, Selasa 10 Maret 2026.
Panitia Penyelenggara sekaligus perwakilan PS Penanggalan, Mirza Manik, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari keinginan untuk menghadirkan kompetisi yang memiliki jalur prestasi jelas bagi atlet muda di daerah. Sebelumnya, ajang ini sempat ditawarkan ke wilayah Langsa, namun dialihkan ke Subulussalam karena kondisi infrastruktur pascabencana yang belum siap di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya dijalankan oleh kepanitiaan dari PS Penanggalan.
Kompetisi ini akan memperebutkan tiket menuju National Junior League yang rencananya digelar pada Agustus 2026. Adapun kategori yang dipertandingkan mencakup dua kelompok usia, yakni Usia 10 tahun dengan format pertandingan 7vs7 dan Usia 12 tahun dengan format 8vs8. Seluruh pertandingan dijadwalkan berpusat di Lapangan Teladan, H. Makmur Syahputra, Bancin.
Terkait teknis pendaftaran, panitia menetapkan biaya sebesar Rp 1.500. ribu per tim, yang sudah mencakup fasilitas jersei gratis untuk 12 pemain. Hingga saat ini, tercatat sudah ada tujuh tim yang mengonfirmasi kehadiran, termasuk delegasi dari Bireuen, Lhokseumawe, hingga perwakilan dari Sumatera Utara seperti Dairi. Panitia masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi tim lain karena turnamen ini bersifat terbuka (open tournament).
Mirza Manik menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan ini bersumber dari swadaya mandiri dan kolektif, mengingat kategori kompetisi ini tidak mendapatkan dukungan dana dari APBN. "Ini semua mandiri, kolektif lah, swadaya untuk pembiayaannya karena yang ditanggung APBN itu hanya Piala Menpora dan Piala Presiden," ungkapnya dalam sesi wawancara persiapan.
Partisipasi tim lintas provinsi dimungkinkan dalam regulasi AJL ini karena tidak ada batasan zona yang kaku seperti pada Liga Soeratin. Kehadiran tim-tim luar daerah diharapkan mampu meningkatkan atmosfer kompetisi dan memberikan pengalaman tanding yang lebih kompetitif bagi talenta sepak bola lokal Subulussalam. Masyarakat juga dapat memantau jalannya kompetisi secara langsung melalui tayangan streaming di media sosial.
Melalui event berskala regional ini, panitia berharap nama Kota Subulussalam semakin diperhitungkan dalam peta sepak bola nasional. Mirza menekankan pentingnya perhatian dari pemangku kebijakan agar pembinaan atlet muda terus berlanjut. "Harapannya bisa menaikkan nama Subulussalam. Kalau bisa, dalam kegiatan ini pemerintah ikut andil jugalah di dalamnya," pungkasnya.