Pak Kumis Bertahan Tiga Dekade di Bisnis Knalpot
- 24 Jan 2026 18:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Bengkel knalpot milik Pak Kumis yang berlokasi di Jalan Sidomoyo KM 1, Krondon, Gudian, Sleman, menjadi salah satu rujukan bagi pecinta otomotif di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Bengkel yang dikenal dengan nama Spesialis Knalpot KKS itu melayani pembuatan dan perbaikan knalpot mobil maupun motor dengan berbagai spesifikasi.
Pak Kumis menuturkan, usaha bengkel knalpot yang digelutinya telah dimulai sejak awal 1989. Berawal dari ketertarikan pada dunia perbengkelan, ia konsisten mengembangkan keahliannya hingga mampu bertahan lebih dari tiga dekade. “Saya mulai menggeluti dari awal 1989, alhamdulillah sampai sekarang masih jalan,” ujarnya.
Sebagai pengrajin, Pak Kumis mengerjakan pembuatan knalpot secara menyeluruh, mulai dari bagian depan hingga belakang. Ia juga memproduksi knalpot dengan merek sendiri sesuai kebutuhan konsumen. “Pengerjaan dari egg house, dari manifold, full sampai belakang, dan knalpotnya produk sendiri,” katanya.
Keunggulan bengkel KKS terletak pada fleksibilitas spesifikasi suara. Konsumen dapat menyesuaikan karakter suara knalpot sesuai selera, baik untuk mobil maupun motor. “Speknya sudah tahu, mau suara seperti apa bisa request,” ucapnya.

Pak kumis dengan dagangannya.(Foto:RRI/Andi)
Untuk harga, Pak Kumis menyebutkan knalpot mobil dibanderol mulai Rp1,7 juta hingga Rp3,5 juta untuk paket penuh. Sementara knalpot motor berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp2,5 juta, tergantung bahan yang digunakan seperti plat titanium, galvanis, atau stainless. Perbedaan bahan tersebut berpengaruh pada daya tahan dan kualitas suara.
Selain pembuatan, bengkel ini juga melayani jasa servis tanpa harus mengganti satu set knalpot. Menurut Pak Kumis, perbaikan dilakukan berdasarkan kondisi kerusakan. “Kalau yang rusak cuma muffler atau pipa, ya kita ganti bagian itu saja, enggak harus full set,” katanya. Untuk servis ringan hingga sedang, biaya berkisar Rp300 ribu sampai Rp800 ribu.
Dalam perjalanannya, Pak Kumis mengakui ada sejumlah tantangan di bisnis knalpot. Salah satunya adalah pemahaman konsumen terkait kualitas dan harga. “Kadang konsumen tahunya murah, tapi kualitas nanti jelek. Kita harus jelaskan mana kualitas bagus, sedang, sampai yang terendah,” ujarnya. Meski demikian, ia tetap berupaya memberikan edukasi agar konsumen mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan dan kualitas.