Ngabuburun Run Ramaikan PBTY 2026 Yogyakarta

  • 28 Feb 2026 18:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) menghadirkan kegiatan olahraga bertajuk Ngabuburun Run sebagai bagian dari rangkaian festival tahun 2026 yang digelar pada Jumat (27/2/2026). Kegiatan lari santai yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini mendapat respons positif dari masyarakat dan diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai komunitas lari di Yogyakarta. Antusiasme peserta terlihat sejak sore hari saat mereka memadati titik kumpul dengan mengenakan atribut komunitas masing-masing.

Ngabuburun Run digagas sebagai respons atas meningkatnya tren olahraga lari yang berkembang pesat di Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir. Panitia melihat fenomena maraknya event lari yang selalu dipadati peserta sebagai peluang untuk menghadirkan kegiatan serupa dalam kemasan berbeda, yakni dikolaborasikan dengan suasana ngabuburit Ramadan.

Peserta Ngabuburun Run PBTY 2026 melakukan pendinginan. (Foto: Aga)

Panitia acara PBTY Silvia Ishizuka, mengatakan kegiatan tersebut dihadirkan untuk menjawab minat masyarakat terhadap olahraga yang sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan. “Belakangan ini event lari di Jogja cukup banyak dan peminatnya juga tinggi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang bisa dinikmati masyarakat luas, sekaligus dikemas dalam suasana ngabuburit Ramadan,” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan konsep lari santai menjelang berbuka puasa, sehingga peserta dapat berolahraga ringan sekaligus menunggu waktu berbuka bersama. Panitia berkolaborasi dengan Babaran Running Community sebagai mitra utama, serta melibatkan peserta dari berbagai komunitas lain seperti komunitas Mataram, Pelayon, dan sejumlah komunitas lari di Yogyakarta. Rute yang dipilih pun disesuaikan agar tetap aman dan nyaman bagi peserta yang menjalankan ibadah puasa.

Peserta Ngabuburun Run PBTY 2026 mengambil air minum. (Foto: Aga)

Menariknya, Ngabuburun Run tidak dipungut biaya alias gratis bagi masyarakat. Meski demikian, jumlah peserta tetap dibatasi menyesuaikan kapasitas penyelenggaraan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama. Kebijakan ini juga mendapat apresiasi dari peserta yang menilai acara tersebut inklusif dan terbuka bagi siapa saja.

Silvia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan hidup sehat. “Untuk mulai olahraga tidak harus mahal. Yang penting adalah kemauan untuk bergerak dan konsisten menjaga kesehatan,” katanya. Ia berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat menjadi pemantik semangat masyarakat untuk rutin berolahraga.

Kehadiran Ngabuburun Run menjadi salah satu upaya PBTY dalam menghadirkan aktivitas yang tidak hanya berfokus pada perayaan budaya, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui perpaduan olahraga dan nuansa kebersamaan Ramadan, PBTY 2026 menunjukkan komitmennya untuk merangkul berbagai kalangan dengan kegiatan yang segar, inklusif, dan penuh makna.

Rekomendasi Berita