Ervin, Atlet Kabaddi Way Kanan Tembus Prestasi Internasional
- 13 Feb 2026 14:48 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Nama Ervin kini mulai mencuri perhatian di kancah olahraga nasional hingga internasional. Atlet muda asal Kampung Gisting Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan ini berhasil mengharumkan nama daerah melalui prestasi di cabang olahraga Kabaddi.
Lahir pada 10 Mei 1999, Ervin dikenal sebagai atlet yang memiliki dedikasi tinggi dalam mengembangkan olahraga yang masih tergolong baru di Indonesia. Baginya, setiap latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya untuk membawa nama bangsa dan daerahnya, Lampung, ke tingkat yang lebih tinggi.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Ervin tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia menempuh pendidikan mulai dari SD N 1 Gisting Jaya, SMPN 2 Negara Batin, hingga SMKN 1 Negara Batin. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Lampung dan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Sriwijaya.
Dalam waktu relatif singkat, Ervin berhasil mengoleksi sejumlah medali dari berbagai ajang, termasuk kompetisi tingkat Asia Tenggara. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing di level internasional.
Kabaddi sendiri merupakan olahraga kontak fisik yang berasal dari India dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari tujuh pemain. Permainan ini mengandalkan kelincahan, kekuatan, serta strategi, di mana seorang penyerang harus masuk ke area lawan, menyentuh pemain bertahan, dan kembali ke area sendiri dalam waktu terbatas tanpa mengambil napas.
Sebagai salah satu pionir Kabaddi di daerahnya, Ervin menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama dari sisi dukungan dan pengembangan olahraga tersebut.
"Kabaddi punya peluang yang sangat besar untuk berkembang. Saya berharap dukungan pengembangan olahraga ini terus mengalir agar kita bisa terus bersaing di event-event selanjutnya," ujar Ervin.
Kisah Ervin menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dari kampung kecil di Way Kanan, ia mampu membuktikan bahwa atlet daerah memiliki potensi besar untuk bersinar di panggung dunia.