Kontingen Lamongan Finis Peringkat 21 Porprov, Segera Berbenah

  • 07 Jul 2025 11:54 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Kontingen Kabupaten Lamongan, harus puas finis di peringkat ke-21 dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Dengan raihan 10 medali emas, 14 perak, dan 36 perunggu, Lamongan mengumpulkan total nilai 104 jauh dari target masuk 10 besar yang sebelumnya dicanangkan.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Lamongan, Heri Pranoto, mengakui hasil tersebut belum memenuhi ekspektasi. Namun, ia menilai ada sisi positif dari peningkatan poin dibandingkan gelaran Porprov sebelumnya.

“Dari sisi nilai memang ada peningkatan, tapi secara peringkat kita turun, dan itu menjadi catatan penting bagi kami,” ujarnya, Senin (7/7/2025).

Heri mengungkapkan, salah satu faktor utama kegagalan kontingen Lamongan adalah ketidakterlibatan mereka dalam cabang olahraga (cabor) unggulan peraih medali, seperti angkat besi. Menurutnya, cabor tersebut menjadi ladang emas bagi daerah lain.

“Daerah lain bisa meraih 5 hingga 6 emas hanya dari angkat besi. Sementara kita tidak mengirim atlet di cabor itu, tentu ini sangat berpengaruh pada posisi akhir,” katanya.

Faktor lain yang disebut memengaruhi performa kontingen adalah dominasi atlet muda dalam skuad Lamongan. Sebagian besar atlet senior yang pernah berprestasi tidak lagi memenuhi syarat usia untuk berpartisipasi dalam Porprov kali ini.

“Atlet yang kita kirim semuanya adalah putra daerah, banyak yang masih muda dan minim pengalaman. Ini menjadi tantangan tersendiri,” ucapnya.

Lamongan menurunkan 448 atlet dan 132 official dalam ajang ini, terdiri dari 286 atlet putra dan 162 atlet putri. Meski gagal memenuhi target, KONI Lamongan berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal pembinaan dan pelatihan atlet.

“Ke depan, kami berencana mendatangkan pelatih dari luar daerah untuk meningkatkan kualitas kepelatihan di cabor-cabor strategis,” ujar Heri.

Ia berharap kegagalan tahun ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar Lamongan bisa kembali bersaing di papan atas dalam gelaran olahraga berikutnya. “Kegagalan ini adalah pelajaran berharga. Kami akan berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik untuk event mendatang,” katanya.

Rekomendasi Berita