Seratus Juta Dianggarkan Untuk Turnamen BFR 2025

  • 07 Jan 2025 06:47 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Setelah sukses melaksanakan event pertandingan usia dini U13 dan U15 di ohoi Kolser, maka panitia akan menggelar lagi turnamen tersebut di waktu-waktu mendatang. Ketua komisi 2 DPRD Maluku Tenggara, Benedictus Fadly Rejaan sebagai fasilitator dana dalam event tersebut mengatakan, upaya mengembangkan sepak bola di kedua wilayah kembar (Kota Tual dan Malra) tidak hanya difokuskan pada ohoi Kolser, namun diupayakan merata di seluruh kawasan.

Dikatakan, penyelenggaraan turnamen sepak bola BFR Cup selanjutnya juga akan dikemas lebih baik, dengan mengupayakan perangkat pertandingan yang profesional, guna mengatasi berbagai kendala yang ada. Selain itu, pemberlakuan aturan dan penerapan berbagai hal penting untuk membentuk pesepakbola handal dari kepulauan Kei juga akan dimaksimalkan.

Rejaan menandaskan, salah satu target digelarnya turnamen BFR Cup, yaitu mempersiapkan atlet-atlet muda yang akan diikutsertakan dalam piala Suratin. Ambisi besar yang ingin segera diwujdukan, yakni mengirimkan atlet-atlet asal Kepulauan Kei di ajang tersebut pada tahun 2025 ini. Oleh karenanya para pemain sepak bola di kedua wilayah ini, diharapkan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.

“Mudah-mudahan tahun 2025 seperti mimpi bung Wilson dan Askot Tual, mudah-mudahan ada kolaborasi agar kita bisa dorong anak-anak untuk kita bertanding di Ambon untuk Suratin, jadi siap-siap dirilah. Mudah-mudahan kita semua dikasih kesehatan, umur panjang, kalianpun sehat”, kata Rejaan.

Dijelaskan, khusus untuk penyelenggaraan turnamen sepak bola piala BFR tahun 2025, pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) sehingga semua tim sepak bola diharapkan bersiap-siap. Sekalipun demikian, pemberlakuan disiplin dan aturan lebih ketat akan diterapkan, guna menjamin kualitas event yang sebagaimana diharapkan bersama.

Hal ini dinilai penting, karena tujuan diselenggarakannya turnamen ini adalah untuk mempersiapkan atlet-atlet profesional, yang akan membawa harum nama daerah maupun jenjang lebih besar lagi. Oleh karena itu, para atlet dan pelatih maupun semua unsur terkait diharapkan tidak hanya menargetkan kemenangan sebagai hasil akhir yang difokuskan, namun hendaknya memberikan edukasi dan nilai-nilai positif tentang atlet dan dunia sepak bola yang lebih baik, guna mewujudkan hal ini.

Rekomendasi Berita