Bahaya Berkendara dalam Kondisi Mengantuk

  • 13 Jun 2025 19:13 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Menyetir dalam keadaan mengantuk adalah salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang paling mematikan, namun sering kali dianggap sepele. Banyak pengemudi yang memaksakan diri tetap berkendara meski tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan. Padahal, kondisi ini sangat berbahaya tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Inilah bahaya yang mengintai bila menyetir dalam keadaan mengantuk:

1. Respons melambat, ketikamengantuk otak tidak dapat merespons dengan cepat terhadap situasi di jalan. Hal ini membuat pengemudi terlambat menginjak rem, menghindar dari rintangan, atau mengontrol kendaraan dengan baik.

2. Microsleep (Tidur Singkat Tanpa Sadar). Microsleep adalah kondisi di mana seseorang tertidur selama beberapa detik tanpa menyadarinya. Dalam beberapa kasus kecelakaan lalulintas pengemudi diketahui mengalamk microsleep.

3. Hilang konsentrasi, ngantuk menyebabkan pikiran tidak fokus. Pengemudi bisa lupa mengecek spion, melanggar marka jalan, atau gagal memperhatikan rambu lalu lintas.

4.Risiko kecelakaan fatal, menurut data WHO dan berbagai studi keselamatan jalan, menyetir dalam kondisi mengantuk punya risiko kecelakaan yang setara dengan menyetir dalam keadaan mabuk.

Mengantuk saat menyetir adalah kondisi serius yang tak boleh diabaikan. Tidak ada tujuan yang lebih penting dari keselamatan. Bila tubuh meminta istirahat, dengarkanlah. Lebih baik terlambat tiba daripada tidak tiba sama sekali.

Rekomendasi Berita