Ramadan: Persiapan POPDA, Atletik Tanjungpinang Tetap Latihan

  • 20 Feb 2026 16:15 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Atlet atletik Kota Tanjungpinang tetap semangat latihan meskipun dalam keadaan berpuasa di bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal ini untuk mempersiapkan kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Karimun, Jumat, 20 Februari 2026.

Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Tanjungpinang, Capt. Ade Noverwin, mengatakan, untuk mempersiapkan POPDA nanti, pelatihan yang diberikan oleh Dicky Ardi sebagai kepala pelatihan serta Yurnita sebagai Asisten Pelatih tidak akan kendur meskipun di bulan Ramadan. Latihan sendiri berupa memberikan pengarahan dalam memperkuat daya tahan tubuh yang dinilai sangat bagus saat bulan puasa.

”Pengarahan jauh ke lebih memperkuat daya tahan ya, karena di puasa ini kalau saya perhatikan lebih bagus nih,” ujar Capt. Ade Noverwin.

Ade menjelaskan, pelatihan masih sama seperti sebelum melaksanakan ibadah puasa yaitu hal-hal yang sudah dikuasai oleh para atlet. Namun, pelatihan juga tidak begitu berat mengingat atlit tesebut sedang menjalani ibadah puasa.

”Lebih bagus untuk melatih apa yang sudah didapat dari sebelum-sebelumnya,” ucapnya.

Terkait berapa banyak atlet yang akan diturunkan, Ade mengungkapkan, semua tergantung pihak Dispora. Namun, pihaknya merencanakan akan menurunkan yang bertalenta, memenuhi standar, dan betul-betul menurut kepada pelatihnya.

”Kalau kita sih pikirnya ya yang bertalenta, yang memenuhi standar,” tuturnya.

Atletik yang akan dipertandingkan nanti yaitu Sprinter dengan 7 nomor yang akan dipertandingkan, yaitu 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1,500 meter, 3,000 meter, dan 5,000 meter. Selain itu ada penambahan seperti lempar cakram, tolak peluru, dan lempar lembing.

”Di samping itu ada tambahan seperti lempar cakram, tolak peluru, dan lempar lembing,” katanya.

Ia berharap, dipertandingan POPDA nanti Kota Tanjungpinang dapat kembali menjadi juara umum. Hal ini dikarenakan, mempertahankan juara lebih sulit dilakukan ketimbang merebut juara.

”Karena mempertahankan agak susah nih dari pada merebut,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita