OpenAI Geger, Eksekutif Mundur usai Kerja Sama Pentagon

  • 11 Mar 2026 11:00 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Kabar mengejutkan datang dari Perusahaan raksasa Artificial Inteligence (AI). Caitlin Kalinowski, yang memimpin divisi pengembangan perangkat keras robotika, resmi mengundurkan diri dari OpenAI. Langkah ini diambil menyusul pengumuman kemitraan strategis antara perusahaan tersebut dengan Pentagon.

Isu Tata Kelola

Melalui unggahan di platform X, Kalinowski mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menilai pengumuman kemitraan tersebut dilakukan terlalu cepat tanpa adanya batasan kebijakan yang jelas. "Masalah saya adalah pengumuman itu dilakukan terburu-buru tanpa batasan yang jelas. Ini adalah masalah tata kelola yang utama," ujarnya.

Ia mengakui, langkah ini bukan keputusan yang mudah diambil. Namun, ia menilai ada sejumlah prinsip terkait penggunaan AI yang seharusnya bisa mendapat pertimbangan yang lebih matang. "Ini tentang prinsip, bukan tentang orang. Saya sangat menghormati Sam (CEO OpenAI) dan tim," tegasnya.

Pihak OpenAI pun mengonfirmasi kabar tersebut kepada media Engadget. Perusahaan menyatakan tidak memiliki rencana untuk menunjuk pengganti dalam waktu dekat. Mereka juga menjelaskan bahwa mereka paham sebagian pihak memiliki pandangan kuat terkait penggunaan AI dalam bidang militer.

Menurut OpenAI, kerja sama mereka dengan Pentagon memiliki batasan yang jelas. "Kami yakin kesepakatan kami dengan Pentagon menciptakan jalur yang layak untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab demi keamanan nasional," kata perusahaan. Mereka juga memastikan tidak ada pengawasan domestik dan tidak ada senjata otonom.

Reaksi Publik dan Pesaing

CEO OpenAI, Sam Altman, juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa kesepakatan dengan Pentagon ini akan diperbarui untuk memastikan teknologi AI buatannya tidak digunakan untuk memata-matai warga Amerika. Namun, keputusan ini menuai kritik keras dari warganet yang khawatir OpenAI mendukung operasi militer.

Menariknya, langkah OpenAI ini berbanding terbalik dengan pesaingnya, Anthropic. Anthropic justru menolak melonggarkan batasan penggunaan AI. Kerja sama OpenAI dengan Pentagon sendiri telah ditandatangani sejak Februari lalu.

Rekomendasi Berita