Cara Mudah Deteksi Radiator Mobil Bermasalah

  • 26 Jan 2026 09:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Radiator mobil memegang peran penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Namun, masih banyak pemilik mobil yang beranggapan bahwa mengecek kondisi radiator cukup dengan membuka tutup radiator lalu menyalakan mesin. Padahal, cara tersebut belum tentu bisa menunjukkan kondisi radiator yang sebenarnya.

Pengecekan yang keliru justru bisa membuat kerusakan terlambat terdeteksi. Membuka tutup radiator dan melakukan starter mesin memang bisa memberikan gambaran awal, seperti melihat apakah air radiator bersirkulasi atau tidak.

Jika air tampak mengalir setelah mesin mulai panas, menandakan water pump bekerja. Namun, hal ini hanya memeriksa sebagian kecil dari sistem pendinginan dan tidak bisa dijadikan patokan utama bahwa radiator dalam kondisi sehat.

Kondisi radiator yang baik tidak hanya ditentukan oleh sirkulasi air. Bagian dalam radiator bisa saja mengalami penyumbatan akibat karat, kerak, atau endapan lumpur yang tidak terlihat dari lubang tutup radiator.

Radiator yang tersumbat sebagian masih bisa memperlihatkan aliran air, tetapi kemampuan pelepasan panasnya sudah menurun drastis. Selain itu, kondisi fisik radiator juga perlu diperiksa secara menyeluruh.

Sirip radiator yang penyok, rapuh, atau tertutup kotoran dapat menghambat aliran udara sehingga proses pendinginan menjadi tidak optimal. Kebocoran halus pada kisi-kisi radiator sering kali tidak langsung terlihat saat mesin baru dinyalakan, tetapi baru muncul ketika tekanan dan suhu meningkat.

Tutup radiator sendiri juga berperan penting dan sering diabaikan. Tutup radiator yang sudah lemah atau rusak tidak mampu menahan tekanan sesuai spesifikasi, sehingga air radiator mudah mendidih dan keluar ke tabung reservoir. Masalah ini kerap disalahartikan sebagai kerusakan radiator, padahal sumbernya hanya dari tutup radiator.

Untuk pengecekan yang lebih akurat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan tambahan seperti pengecekan suhu selang radiator, uji tekanan sistem pendingin, serta melihat perbedaan suhu antara bagian atas dan bawah radiator. Jika selisih suhu terlalu kecil atau tidak wajar, bisa menjadi indikasi adanya sumbatan atau kinerja pendinginan yang menurun.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia menambahkan untuk dapat mengetahui kondisi coolant radiator masih bagus atau tidak adalah dengan menggunakan alat refraktometer. Kualitas coolant radiator dapat dilihat dari titik didihnya, semakin tinggi titik didihnya itu semakin baik karena kita mencegah terjadinya cairan di dalam radiator itu mendidih. Sebab apabila cairan di dalam mendidih mengakibatkan tekanan uap yang sangat besar. Apabila hal ini terjadi maka mobil telah overheating dan di sebagian besar kasus overheating pasti mengakibatkan piston melenting.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita