RON 98 Picu Fuel Dilution?
- 23 Jan 2026 10:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Penggunaan bensin beroktan tinggi seperti RON 98 semakin populer di kalangan pemilik mobil, terutama mereka yang ingin menjaga performa mesin tetap optimal. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas di forum otomotif: apakah penggunaan bensin RON 98 pada mesin dengan rasio kompresi 10:1 bisa menyebabkan fuel dilution (pengenceran oli mesin oleh bensin)?
RON (Research Octane Number) menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan detonasi atau knocking. Mesin dengan rasio kompresi 10:1 sebenarnya masih berada di batas aman untuk menggunakan bensin RON 92 hingga RON 95, tergantung desain mesin dan pengaturan ECU.
Menggunakan RON 98 pada mesin kompresi 10:1 tidak berbahaya, namun juga tidak selalu memberikan keuntungan signifikan dari sisi tenaga. Oktan yang lebih tinggi tidak berarti bahan bakar lebih “panas” atau lebih mudah terbakar. Justru sebaliknya, bensin RON tinggi lebih stabil terhadap tekanan, sehingga pembakarannya cenderung lebih lambat dan terkontrol.
Secara langsung, penggunaan bensin RON 98 tidak menyebabkan fuel dilution. Fuel dilution lebih sering terjadi karena faktor pembakaran tidak sempurna, seringnya penggunaan jarak pendek, injektor bocor atau semprotan tidak sempurna, dan mesin direct injection.
Namun, pada mesin kompresi 10:1 yang tidak dioptimalkan untuk RON 98, pembakaran bisa menjadi kurang efisien, terutama saat mesin masih dingin. Dalam kondisi tertentu, bensin yang tidak terbakar sempurna bisa menempel di dinding silinder dan turun ke ruang oli, memicu fuel dilution—meskipun resikonya relatif kecil.
Mobil modern umumnya sudah dilengkapi ECU adaptif. Saat bensin RON 98 digunakan, ECU akan menyesuaikan timing pengapian.
Jika tidak ada penyesuaian yang signifikan (karena mesin tidak membutuhkannya), manfaat RON 98 menjadi minimal. Selain itu, gaya berkendara sangat berpengaruh.
Mobil yang sering digunakan pada putaran rendah, stop-and-go, dan jarang dipacu hingga suhu kerja optimal lebih berpotensi mengalami fuel dilution dibandingkan mobil yang rutin digunakan dalam perjalanan jauh. Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa tidak ada hubungannya antara penggunaan bensin dengan RON 98 dengan tingkat kompresi mesin.
Tingkat kompresi mesin mobil telah diatur oleh komponen injector yang akan menyemprotkan bahan bakar seberapa besar. Misalkan injector menyembur 2 cc dengan kompresi 1:10 itu tidak akan terjadi masalah.
Menggunakan bensin RON 98 pada mesin dengan rasio kompresi 10:1 tidak secara langsung menyebabkan fuel dilution. Namun, manfaatnya juga tidak maksimal jika mesin memang tidak dirancang untuk oktan setinggi itu.
Risiko fuel dilution lebih dipengaruhi oleh kondisi mesin, sistem injeksi, pengaturan ECU. Selain itu, pola penggunaan kendaraan, bukan semata-mata oleh nilai oktan bensin.
(Ihsan Ramadhana)