Kontingen Olimpicad Sragen Diberangkatkan ke Makassar, Targetkan Puluhan Medali
- 04 Feb 2026 12:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Sebanyak 98 kontingen Olimpiade Achmad Dahlan (Olimpicad) ke VIII Kabupaten Sragen hari ini Rabu 4 Februari 2026 diberangkatkan ke Makassar. Dikdasmen Sragen menargetkan kontingen akan menjadi penyumbang juara umum Provinsi Jawa Tengah dalam ajang olimpiade tahunan tersebut.
Pembekalan dan Pelepasan kontingen Olimpicad VIII Makasar Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sragen dilakukan Wakil Bupati Sragen H. Suroto bersama Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sragen di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
Pengurus Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Sragen Suharno mengatakan, Olimpicad VIII berlangsung pada 12-14 Februari di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan. Tahun ini Sragen memberangkatkan 98 kontingen dengan tagline "Berangkat Gembira Pulang Raih Juara".
"Sragen tahun ini dengan keyakinan yang kita punya satu kontingen yang terdiri dari 98 personil di bawah komando Tim sukses di bawah Sekretaris Majelis Dikdasmen," ucap Suharno.

Jumlah peserta yang diberangkatkan menuju Olimpicad VIII Makassar lanjut Suharno menurun dibandingkan acara sebelumnya di Bandung tahun lalu. Oleh karenanya yang diberangkatkan ini peserta-peserta andalan yang telah mengikuti seleksi ketat.
"Kami dengan seleksi ketat. Dari 98 ini terdiri atas para pelajar dan guru serta kepala sekolah," ujarnya.
Mereka ini dari 6 sekolah terdiri dari SMA, Trension Muhammadiyah Sragen 57 personil. Lalu SMA Muhammadiyah 1 Sragen ada dua personil, SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen ada lima personil kemudian disuruh SMP Muhammadiyah ada 13 personil dan SD Aisyiyah Unggulan Gemolong ada 8 personil, MA Dimsa tiga personil.
"Dari 82 sekolah Muhammadiyah yang dilakukan dengan sistem ketat meliputi kompetensi, kesempatan dan pembiayaan. Tahun lalu 13 sekolah tahun ini hanya 6 sekolah," kata dia.
Meskipun jumlah peserta berkurang namun Kontingen Olimpicad Sragen ingin mengulangi kesuksesan tahun lalu di Bandung Jawa Barat. Kontingen Sragen menjadi penyumbang juara utama untuk Jawa Tengah.
"Tahun ini kami akan lebih serius karena kejuaraan Muhammadiyah itu bukan kita datang untuk membunuh, tapi untuk menunjukkan kemampuan bersama-sama dan kita akan sharing dengan rival kita yang juga juara kita. Prestasi Sragen waktu itu 55 medali dari 13 sekolah berupa 16 emas, 22 perak dan 17 perunggu," kata dia membeberkan.
Wakil Bupati Suroto dalam pengarahannya mengatakan, keikutsertaan Olimpiade ini bukan untuk gagah-gagahan melainkan amanah, berkat kedisiplinan, dan juga doa orang tua serta bimbingan guru. Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi ini.
"Maka patutlah kalian bersyukur dan menjadikannya sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik. Olimpicad, bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih prestasi akademik maupun non akademik, tetapi juga wadah untuk membentuk karakter unggul berakhlak mulia, jujur sportif, percaya diri serta mampu bersaing secara sehat di tingkat nasional," kata Wabup.
Kontingen akan belajar tentang nilai perjuangan kerjasama dan persaudaraan antar pelajar dari seluruh Indonesia. Wabup berpesan kepada seluruh peserta agar berangkat dengan niat yang tulus, bertanding dengan semangat dan kejujuran serta junjung tinggi nama baik Kabupaten Sragen.
"Menang adalah kebanggaan namun berani berjuang, berdisiplin dan menjaga sikap adalah kemenangan yang sesungguhnya."
Pemberangkatan kontingen ke Makassar membunuhku biaya mencapai Rp 700 juta. Pemkab Sragen menjanjikan bantuan akomodasi untuk melancarkan kegiatan. "Bantuan ada tapi masih di Kesbangpol. Silahkan diurus," ucap Suroto. MI