Olahraga Bola Besi Petanque Perluas Daya Tarik Baru
- 23 Jan 2026 12:30 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Petanque merupakan sebuah olahraga bola yang masih asing di telinga masyarakat Indonesia, meskipun sudah mulai populer di beberapa kota besar. Olahraga ini awalnya berasal dari Prancis, memerlukan ketelitian serta strategi melempar bola besi mendekati sasaran kayu kecil di lapangan.
Dilansir dari unggahan akun tiktok @ERA.ID Petanque merupakan cabang olahraga lempar bola besi yang sering dianggap mirip dengan cara bermain gundu tradisional. Kepopuleran Petanque yang terus meningkat belakangan ini berpotensi menjadi alternatif pilihan kegiatan fisik yang sangat menyenangkan bagi masyarakat umum.
Petanque dimainkan dengan cara melempar bola besi yang disebut boul atau bocce sedekat mungkin ke bola kayu kecil yang dinamakan bouchon atau cochonnet. Pemain harus berdiri di dalam sebuah lingkaran berdiameter sekitar 35 hingga 50 sentimeter saat melakukan lemparan bola yang menentukan poin.
Permainan ini dapat dimainkan secara tunggal (satu lawan satu), ganda (dua lawan dua), atau bahkan triple (tiga lawan tiga) dengan aturan yang spesifik.Meskipun terlihat sederhana, Petanque ternyata membutuhkan kombinasi kekuatan fisik, konsentrasi mental, dan perhitungan taktis yang cukup matang.
Melalui wawancara dengan pelatih Petanque lokal, kekuatan lemparan pemain harus diimbangi dengan strategi agar bola dapat mendarat tepat sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Kombinasi keterampilan teknis dan mentalitas yang kuat inilah yang membuat Petanque menjadi olahraga unik dan menarik.
Di Indonesia, Petanque berada di bawah naungan Federasi Olahraga Petanque Indonesia atau FOPI yang aktif mengadakan berbagai kejuaraan dari tingkat daerah sampai nasional. FOPI bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk terus mempromosikan Petanque agar dikenal oleh generasi muda Indonesia.
Partisipasi atlet Petanque Indonesia di ajang internasional seperti SEA Games telah menjadi bukti perkembangan positif olahraga ini. Petanque dikategorikan sebagai olahraga rekreasi yang inklusif karena dapat dimainkan oleh segala usia, dari anak-anak hingga orang tua tanpa hambatan berarti.
Berdasarkan panduan teknis yang diunggah di situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), olahraga ini minim risiko cedera serius sehingga sangat aman. Faktor inklusifitas yang tinggi inilah yang menjadi kunci bagi Petanque untuk semakin digemari oleh banyak lapisan masyarakat.
Maka, sudah saatnya masyarakat Indonesia mencoba olahraga Petanque yang menjanjikan kesenangan, ketangkasan, dan strategi untuk dimainkan bersama keluarga maupun teman-teman. Petanque menawarkan lebih dari sekadar permainan lempar bola, melainkan sarana efektif meningkatkan skill koordinasi tubuh dan interaksi sosial yang baik. Pengembangan olahraga Petanque di Indonesia diprediksi akan terus mengalami peningkatan signifikan.
(Alfauzy Riski Kurniawan, PBSI UMS, Magang RRI/Nuri Aurora)