Sekjen DPP PERBASI Kecam Terduga Pelaku Kekerasan Terhadap Atlet
- 13 Mar 2026 17:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Terkait kasus kekerasan seksual yang dialami atlet panjat tebing dan atlet kickboxing, membawa keprihatinan bagi banyak pihak, tak terkecuali dari cabang olahraga lain. Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PERBASI Nirmala Dewi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap atlet panjat tebing dan atlet kickboxing yang menjadi korban kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik, yang saat ini berkasnya sedang ditangani pihak kepolisian.
"Saya prihatin terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing. Tindakan seperti ini jika terbukti, tidak bisa ditolerir apalagi terjadi terhadap atlet yang sedang menjalani pelatnas dan sedang berjuang untuk nama negara di kancah internasional," kata Nirmala Dewi, dalam rilis yang diterima RRI Surabaya, Jumat, 13 Maret 2026.
Nirmala Dewi mengecam keras tindakan terduga pelaku kekerasan seksual di dua cabang olahraga tersebut yang seharusnya berperan sebagai pengayom, pelindung dan pembina para atlet. Ia pun mengungkapkan bahwa DPP PERBASI sejalan dengan keinginan Menpora Erick yang mendorong hukuman setimpal bagi terduga pelaku jika terbukti bersalah, dan larangan berkecimpung kembali di dunia olahraga.
"Kami mengecam terhadap terduga pelaku dan mendorong hukuman yang setimpal untuk pelaku jika terbukti bersalah," lanjutnya.
Nirmala Dewi juga mengapresiasi respon cepat Menpora Erick, POLRI, dan semua pihak untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus ini. "Saya apresiasi atas respons semua elemen baik Kemenpora, Polri maupun Komisi X DPR yang memberikan perhatian serius atas kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini," tambahnya.
Kasus tersebut DPP PERBASI lebih waspada dan menegakkan aturan dalam pelatnas, sehingga interaksi antara atlet dan seluruh pihak yang menjadi pendukung berjalan sesuai kebutuhan tanpa ada penyimpangan demi terjaminnya keamanan dan keselamatan para atlet.
"Kami di DPP PERBASI sangat memberikan perhatian terhadap kasus ini yang juga menjadi pelajaran serta pengingat bagi kami untuk semakin menegakkan aturan dalam pelatnas. Kami ingin melindungi dan menjamin kemanan serta kenyamanan para atlet yang berjuang termasuk memastikan tidak ada kekerasan dalam bentuk apapun terjadi di cabang olahraga bola basket," tutur Nirmala Dewi.