Rob Kardinal Dorong UMKM Melalui Turnamen Sepak Bola

  • 09 Feb 2026 16:38 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID - Sorong : Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat Daya (PBD), Rob Rafael Kardinal, melihat adanya korelasi kuat antara penyelenggaraan ajang olahraga dengan perputaran ekonomi kerakyatan. Menurutnya, setiap perhelatan sepak bola merupakan magnet yang mampu membuka peluang besar bagi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

 

Hal tersebut disampaikan Rob usai menyaksikan laga eksibisi antara Sorong Raya FC melawan Persipura Jayapura di Stadion Bawela, Kota Sorong, Minggu (08/02/2026). Dalam pertandingan tersebut, tim tamu Persipura Jayapura berhasil unggul dengan skor telak 3-0.

 

Sementara di sisi lain, Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kepemudaan dan peningkatan prestasi olahraga, Rob mengungkapkan rencana HIPMI PBD untuk menggelar turnamen resmi dalam waktu dekat.

 

"Kami sedang berpikir akan menggelar HIPMI Cup untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda. Kami di HIPMI hampir semuanya anak muda, sehingga kontribusi HIPMI PBD diharapkan bisa menjadi salah satu motor peningkatan prestasi sepak bola di Papua Barat Daya," ujar Rob.

 

Ia menambahkan bahwa talenta muda di Papua Barat Daya sangat melimpah, namun mereka membutuhkan jam terbang dan kompetisi yang rutin agar skill mereka tetap terasah secara profesional.

 

Di sisi lainnya, Menanggapi isu dialihfungsikannya Stadion Wombik menjadi kawasan perkantoran pemerintahan, Rob Rafael Kardinal menyatakan kesiapan HIPMI untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam mencari solusi infrastruktur olahraga yang baru.

 

Meskipun Stadion Bawela saat ini menjadi pusat kegiatan, Rob menilai kapasitasnya masih terbatas untuk ajang berskala besar.

 

"Kami akan berupaya memberikan kontribusi yang kami punya jika nantinya Pemerintah Provinsi PBD membangun stadion baru. Kami akui Stadion Bawela memang cukup representatif, namun untuk event besar, stadion ini nampaknya tidak mampu menampung antusiasme masyarakat. Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang ganti, akses pintu masuk-keluar, dan sarana lainnya memang perlu penunjang yang lebih memadai," pungkasnya.

 

Dengan adanya kolaborasi antara sektor pengusaha dan pemerintah, diharapkan Papua Barat Daya tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif di sekitar lapangan hijau.

Rekomendasi Berita