KONI Jateng: Taekwondo Layak Jadi Teladan Pembinaan Cabor
- 10 Mar 2026 13:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah menilai cabang olahraga taekwondo layak menjadi teladan dalam pembinaan atlet di daerah. Penilaian tersebut disampaikan Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, saat memberikan motivasi kepada Pengurus Provinsi Taekwondo Jawa Tengah di Semarang, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurut Sujarwanto, Taekwondo Jawa Tengah menunjukkan konsistensi dalam melakukan pembinaan atlet secara berjenjang. Selain itu, organisasi cabang olahraga tersebut juga dinilai memiliki manajemen yang rapi serta mampu melakukan pemassalan atlet secara berkelanjutan.
“Dari sisi organisasi dan pembinaan, Taekwondo Jawa Tengah ini cabor besar. Manajemennya rapi, pembinaannya berjenjang, dan pemassalannya berjalan, ini patut ditiru oleh cabor-cabor lain,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pengurus Provinsi Taekwondo Jawa Tengah yang mampu memberikan tali asih kepada atlet dan pelatih dari hasil pengelolaan internal organisasi. Hal tersebut dinilai sebagai bukti bahwa organisasi berjalan secara sehat dan mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
“Taekwondo bisa memberi tali asih kepada atletnya sendiri. Ini luar biasa, artinya organisasi berjalan sehat dan mandiri, tidak semata bergantung pada bantuan pemerintah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, tali asih diberikan kepada sejumlah atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Jawa Tengah di berbagai ajang olahraga. Penghargaan juga diberikan kepada para pelatih yang berperan besar dalam proses pembinaan atlet.
Prestasi para atlet tersebut diraih di berbagai kejuaraan, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Nasional, Pekan Olahraga Nasional Beladiri, hingga ajang internasional seperti SEA Games. Sujarwanto menegaskan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras atlet dan pelatih.
Ia mengingatkan bahwa bonus atau penghargaan tidak boleh menjadi tujuan utama seorang atlet. Menurutnya, orientasi atlet harus tetap pada pencapaian prestasi setinggi-tingginya hingga ke level internasional.
“Bonus itu bentuk apresiasi, bukan tujuan akhir, orientasi atlet harus prestasi setinggi-tingginya, sampai internasional. Dengan prestasi, masa depan atlet akan mengikuti,” katanya.
Sujarwanto juga menyinggung, negara kini mulai memberikan perhatian lebih terhadap masa depan atlet berprestasi. Atlet yang berhasil di tingkat internasional memiliki peluang berkarier di berbagai institusi strategis, seperti Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia.
“Inilah bentuk negara hadir. Atlet harus punya masa depan yang jelas, punya kesempatan karier yang setara, dan tidak kebingungan di hari tua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Sujarwanto juga menyampaikan, kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga prestasi. Kehadiran tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi bagi atlet, pelatih, serta seluruh insan olahraga di Jawa Tengah.
Ia juga memaparkan kontribusi atlet Jawa Tengah pada ajang SEA Games 2025. Menurutnya, kontingen Jawa Tengah berhasil menyumbangkan 12 medali emas, 14 perak, dan 17 perunggu untuk Indonesia.