Federasi Olahraga Domino Nasional Ingin Gabung KONI Jateng

  • 03 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) Jawa Tengah menerima audiensi pengurus provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Jawa Tengah. Pertemuan yang tersebut membahas sejumlah persyaratan administratif dan teknis agar domino dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi di bawah naungan KONI.

Audiensi berlangsung di Kantor KONI Jateng belum lama ini. Wakil Ketua II KONI Jawa Tengah, Dwi Yaswanto, menemui langsung rombongan Orado Jateng.

“Kami menerima audiensi dari Orado Jawa Tengah yang menanyakan syarat-syarat untuk bisa bergabung di bawah naungan KONI. Tentu kami mengacu pada AD/ART KONI Jawa Tengah dan KONI Pusat,” ujar Yayan, sapaannya, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama adalah kepengurusan harus terbentuk minimal 50 persen plus satu dari jumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dari total 35 kabupaten/kota, setidaknya harus terbentuk kepengurusan di 18 daerah.

Selain itu, pengurus di tingkat kabupaten/kota wajib memiliki klub yang berada di bawah naungannya. Struktur organisasi yang jelas hingga tingkat daerah menjadi syarat penting sebelum diterima sebagai anggota KONI.

Yayan menambahkan, Orado di tingkat pusat juga belum terdaftar resmi di KONI. Organisasi tersebut masih harus memenuhi ketentuan, termasuk penyelenggaraan kejuaraan nasional sesuai regulasi.

Meski demikian, KONI Jateng mengapresiasi inisiatif Orado mengembangkan domino sebagai olahraga prestasi. Permainan ini dinilai memiliki unsur konsentrasi dan ketahanan mental saat dimainkan secara kompetitif.

“Permainan ini sudah sangat memasyarakat, tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga secara nasional. Tinggal bagaimana pembinaan dan regulasinya diperjelas agar benar-benar menjadi olahraga prestasi,” ucapnya.

Ketua Umum Orado Jateng, Suli Wiranta, menyatakan pihaknya langsung memasang target percepatan pembentukan kepengurusan daerah. Mereka juga membidik keikutsertaan pada Kejuaraan Nasional April mendatang.

“Kami ingin Orado Jawa Tengah ini bisa terdaftar dan memenuhi syarat sebagai cabang olahraga. Target kami, pembentukan kepengurusan di 29 kabupaten dan 6 kota harus segera terealisasi,” ujarnya.

Saat ini kepengurusan baru terbentuk di enam daerah, yakni Wonosobo, Magelang, Pekalongan, Batang, dan Jepara. Orado Jateng optimistis jumlah tersebut akan bertambah dalam waktu dekat.

Wakil Sekretaris Orado Jateng, Yaya Oktavianus Ronsumbre, menambahkan, pihaknya tengah melakukan penjaringan atlet di tingkat kabupaten/kota. Setiap daerah maksimal mengirim tiga atlet untuk diseleksi menuju Kejurnas di Jakarta.

Melalui langkah ini, Orado Jateng berharap mengubah stigma domino sebagai permainan santai. Dengan sistem organisasi dan kompetisi terstruktur, domino ditargetkan menjadi cabang olahraga berprestasi di Jawa Tengah.

RRI.CO.ID, Semarang – Kemenangan Kendal Tornado FC atas Persipura Jayapura dengan skor 2-1 pada pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/26 harus dibayar mahal. Striker senior Kendal Tornado FC, Kushedya Hari Yudo, mengalami fraktur tangan kiri dalam laga yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu, 1 Maret 2026 malam.

Insiden terjadi setelah Yudo berbenturan dengan bek asal Brasil, Arthur Viera, menjelang babak pertama usai. Akibat cedera tersebut, striker asal Malang itu harus ditarik keluar lapangan.

Sebelum mengalami cedera, Yudo sempat mencetak gol pembuka saat pertandingan baru berjalan sekitar dua menit. Mantan striker timnas Indonesia itu memaksimalkan umpan Muhammad Ragil dan menuntaskannya lewat sundulan.

Usai pertandingan, Yudo menjalani operasi fraktur tangan kiri di Rumah Sakit Charlie Hospital (RSCH), Kendal, Senin, 2 Maret 2026 sore. Dokter tim Kendal Tornado FC, Resaka Yudha Prawira, memastikan proses operasi berjalan lancar.

“Kondisi awal mengalami patah tulang lengan kiri dan sudah dilakukan operasi. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” kata Resaka.

Ia menambahkan, berdasarkan konsultasi dengan dokter ortopedi RSCH, Yudo kini difokuskan pada tahap rehabilitasi awal. Proses tersebut bertujuan mempercepat pemulihan fungsi tangan.

“Masa pemulihan sekitar tiga pekan. Namun, kondisi saat ini sangat baik,” ucapnya.

Dukungan pun mengalir dari rekan pelatih, dan manajemen klub. Manajer tim, Heri Sasongko, berharap Yudo dapat fokus menjalani pemulihan agar kembali dalam kondisi terbaik.

“Kami ingin Yudo fokus pemulihan dulu dan saat kembali nanti kondisinya sudah siap 100 persen. Mohon doanya agar pemulihan berjalan lancar,” ucapnya.

Rekomendasi Berita