Dispora Kaltim Tekankan Pentingnya Ekosistem Pembinaan Sepak Bola
- 02 Feb 2026 14:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pembinaan sepak bola di Kalimantan Timur menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan Kick Off Bola Gembira Piala Dunia FIFA 2026 di Samarinda. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyoroti penguatan pembinaan olahraga, khususnya cabang sepak bola, di tingkat daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembinaan prestasi sepak bola. Menurutnya, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan pembinaan yang berkelanjutan.
Faisal menjelaskan, secara struktural pembinaan prestasi sepak bola berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sementara itu, Dispora Kalimantan Timur berperan sebagai pendukung, terutama dalam aspek tata kelola, fasilitasi, dan penguatan program pendukung.
“Dispora sifatnya supporting. Namun secara prinsip, kami mendukung semua cabang olahraga yang ada di Kalimantan Timur, termasuk sepak bola,” ujar Faisal pada Minggu, 1 Februari 2026.
Faisal juga menjelaskan sepak bola memiliki dua ranah utama, yakni amatir dan profesional. Untuk klub yang dikelola secara profesional, sistem pengelolaan dilakukan secara mandiri, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, khususnya dalam menciptakan iklim pembinaan yang kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal menyebut Borneo FC sebagai klub kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Menurutnya, keberadaan Borneo FC tidak hanya menjadi milik komunitas sepak bola, tetapi juga menjadi representasi daerah di tingkat nasional.
Terkait capaian prestasi, Faisal menyinggung hasil sepak bola Kalimantan Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional yang masih berhenti di fase grup. Ia menilai capaian tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi performa tim.
Faisal menekankan prestasi olahraga tidak dapat dicapai hanya melalui latihan atlet semata. Menurutnya, diperlukan ekosistem yang kuat dan sehat, yang melibatkan peran pemerintah daerah, KONI, PSSI, pengurus cabang olahraga, serta atlet itu sendiri.