Disporapar Paser Tak Masalah Porprov Diundur

  • 21 Feb 2026 19:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Usai mengikuti Rapat Koordinasi Bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) dan Dispora Kabupaten/Kota di Samarinda pekan lalu, masih belum menemukan titik terang soal kepastian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) edisi ke-8 tersebut.

Pasalnya, pesta olahraga akbar 4 tahunnan tersebut rencana awalnya bergulir pada November 2026 di Kabupaten Paser sebagai tuan rumahnya, namun karena adanya masalah anggaran di daerah, sehingga pelaksanaan inu belum dapat dipastikan.

Kepala Disporapar Paser, Kurniawan, menegaskan, Kabupaten Paser sudah siap menjadi pelaksana Porprov, baik dari segi persiapan venue dan kontingen. "Sebagai tuan rumah, Paser siap. Paser siap pelaksanaan Porprov di 2026. Dari segi kontingen kita juga sudah menganggarkan khusus untuk Paser," ujar Kurniawan, pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Meski siap, Ia menyebut kesiapan kabupaten/kota lain yang terkendala anggaran. Selain itu juga bantuan keuangan (bankeu) dari Provinsi juga belum turun dan tidak ada kejelasan ke Paser sebagai tuan rumah.

"Nah, yang masih jadi pertanyaan ke kami ini adalah penyelenggaraan Porprov itu kan tanggung jawab provinsi. Jadi anggaran untuk penyelenggaraan ini yang akan disalurkan yang sebelumnya mulai PB poprov itu sampai sekarang belum ada kejelasan," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, Kurniawan menerangkan pada APBD Murni 2026 ini juga belum ada bantuan dari Provinsi. Jika pun dianggarkan pada perubahan maka akan menjadi temuan BPK karena waktu pelaksanaan yang mepet.

Oleh karena itu, menurutnya pelaksaan Porprov ini lebih baik mundurkan, sehingga bisa lebih matang lagi mempersiapkan segalanya.

"Kalau menurut saya lebih baik dimundurkan. Kalau dipaksakan itu pertama dari segi penganggaran tadi. Kalau kita anggarkan di APBD Perubahan, itu kan waktunya pendek. Sedangkan Porprov itu dilaksanakan bulan November," ujar Kurniawan menerangkan.

Kepala Disporapar Paser, Kurniawan.

Ia juga menambahkan, untuk melengkapi semuanya memang perlu waktu. Namun baginya jika Porprov diundur maka bisa menjadi ideal untuk sukses penyelenggaraan.

"Sebelum November itu kita pasti ada sudah pembelian-pembelian ini, pengadaan-pengadaan ini. Kalau anggarannya belum ada bagaimana. Jadi memang idealnya memang harusnya diundurkan," ucapnya menambahkan.

Mendengar dari Dispora kabupaten/kota lain, Kurniawan menyebut masalah utama adalah persiapan di anggaran, dan bahkan ada yang tidak punya anggaran sama sekali untuk ke Porprov.

Sehingga saat ditemui rri.co.id, Kurniawan pernah mengatakan jika diundur pada Maret 2027 baginya itu sudah pas dan bisa tidak mengganggu persiapan Kaltim menuju BK PON.

Rekomendasi Berita