Pemkot Samarinda Perkuat Pengendalian Inflasi jelang Lebaran

  • 10 Mar 2026 10:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan bahan pokok, serta kelancaran distribusi barang bagi masyarakat.

Upaya tersebut mengemuka setelah Pemkot Samarinda melalui Bagian Perekonomian Setda bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara daring dari Batam, Senin (9 Maret 2026). Rakor nasional tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Dalam paparannya, Tito mengatakan inflasi nasional secara tahunan atau year on year tercatat sebesar 4,76 persen. Angka tersebut meningkat dibanding Januari 2026, salah satunya dipicu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, termasuk komoditas perhiasan emas dengan andil sekitar 2,55 persen.

Selain itu, pemantauan pada minggu pertama Maret 2026 menunjukkan sebanyak 210 kabupaten dan kota mengalami kenaikan harga telur ayam ras dan cabai rawit. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Pendapatan tidak boleh rendah sementara belanja tinggi. Semakin tinggi pendapatan daerah dan diimbangi realisasi belanja yang tepat, maka pertumbuhan ekonomi juga akan semakin baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan kesiapan berbagai sektor menjelang Lebaran. Mulai dari stabilitas harga bahan pokok, keamanan transportasi, hingga kesiapan destinasi wisata.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkot Samarinda langsung menggelar rapat koordinasi internal yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dan dilanjutkan oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Samarinda Nadya Turisna.

Dalam rapat tersebut, pemerintah kota menyoroti sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti beras premium, gula, bawang merah, serta LPG 3 kilogram yang di beberapa titik dilaporkan mencapai Rp32.000 per tabung atau melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Nadya mengatakan pengawasan harga serta ketersediaan stok dan distribusi barang harus terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran.

Selain pangan, Pemkot Samarinda juga memberi perhatian pada ketersediaan bahan bakar minyak. Meskipun bukan daerah tujuan utama mudik, Samarinda merupakan jalur perlintasan arus mudik sehingga distribusi energi dan logistik tetap perlu dipastikan berjalan lancar.

Sementara itu, Perumda Varia Niaga melaporkan stok telur ayam ras masih aman untuk dua pekan ke depan. Hari ini tercatat kedatangan 15 ton telur, dengan tambahan 15 ton lagi yang dijadwalkan tiba pada pekan depan. Harga telur dan daging ayam juga masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Samarinda, inflasi tahunan di Samarinda tercatat sebesar 5,29 persen. Andil terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,74 persen serta komoditas perhiasan emas.

Menutup rapat, Nadya mengingatkan agar pelaksanaan pasar murah benar-benar menyasar komoditas yang paling dibutuhkan masyarakat menjelang Lebaran, salah satunya tepung terigu yang permintaannya meningkat menjelang hari raya.

Melalui langkah intervensi yang terukur serta penguatan koordinasi lintas sektor, Pemkot Samarinda optimistis stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga hingga Idulfitri.

Rekomendasi Berita