Sepak Bola Daster Meriahkan Perayaan Kemerdekaan di Sabang
- 19 Agt 2025 11:46 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Suasana Lapangan Playground, Gampong Kuta Ateuh, Sabang, pecah oleh gelak tawa. Warga Jurong Sutejo menggelar lomba sepak bola daster yang membuat penonton terhibur luar biasa. Para pemain tampil beda, berlari di lapangan dengan daster panjang dan teropong kerucut buatan, membuat setiap gerakan terasa kian jenaka.
Setiap kali bola ditendang sorakan warga dan penonton lainnya semakin meriah. Ada yang hampir jatuh karena dasternya tersangkut di kaki sendiri, ada pula yang hampir terjatuh karena teropong kerucut oleng ke kiri. Bahkan ada pemain yang sudah ngos-ngosan padahal pertandingan baru berjalan sebentar.
Suasana itu bukan hanya bikin warga terpingkal tapi juga menyita perhatian warga lainnya yang melintas di jalan raya. Banyak yang berhenti sejenak untuk ikut menonton lalu tersenyum sampai tertawa lepas.
Kepala Jurong Sutejo Teuku Ismail, mengatakan lomba unik ini diadakan untuk menyemarakkan HUT ke 80 Republik Indonesia sekaligus mempererat silaturahmi diantara warganya. Dikatakan, kegiatan ini terlihat sederhana namun memiliki nilai nilai semangat merayakan dengan tujuan merawat kekompakan dalam balutan semarak kemerdekaan.
“Kalau warga kompak, masalah besar bisa diperkecil, masalah kecil dihilangkan. Yang penting semua gembira, semua ikut merasakan semangat kemerdekaan,” tutur Teuku Ismail, Senin (18/8/2025).
Ia menjelaskan, sepak bola daster hanyalah salah satu dari sekian banyak perlombaan yang digelar. Sejak 17 Agustus, warga sudah ramai ikut lomba. Dimulai dari lomba jalan santai, lomba kelereng, lomba makan kerupuk, tarik tambang hingga bermacam lomba lainnya.
"Semua kalangan terlibat, dari anak-anak hingga orang tua dewasa sehingga desa benar benar hidup dengan suasana kemerdekaan. Inti dari kegiatannya adalah kebersamaan," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, sebagai penutup, kata Teuku Ismail, panitia telah menyiapkan malam resepsi sederhana pada akhir pekan depan yang dirangkaikan dengan pembagian hadiah. Meski hadiah tidak mewah, yang paling berharga adalah tawa dan kekompakan warga yang tercipta di lapangan.
Sepak bola daster di Kuta Ateuh membuktikan merayakan kemerdekaan tidak perlu mewah. Cukup daster, teropong kerucut buatan, lapangan dekat jalan raya, dan semangat kebersamaan sudah cukup untuk menghadirkan gelak tawa yang tak ada habisnya.