West Ham Tundukkan Fulham Lewat Serangan Balik Efektif
- 05 Mar 2026 06:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Fulham - Pertarungan panas tersaji di Craven Cottage pada Kamis 5 Maret 2026 saat Fulham menjamu West Ham United. Di atas kertas, tuan rumah tampil dominan dan menguasai permainan. Namun sepak bola tak melulu soal penguasaan bola. The Hammers justru pulang dengan tiga poin usai mencuri kemenangan tipis 0-1 sebuah hasil yang lahir dari pertahanan baja dan serangan balik yang mematikan.
Sejak peluit awal, Fulham langsung mengambil kendali. Pada babak kedua, tim racikan Marco Silva mencatatkan 65% penguasaan bola. Total 13 tembakan dilepaskan dengan akumulasi Expected Goals menyentuh angka 1.00. Akurasi operan mereka pun impresif 83% dari 462 operan sukses. Serangan demi serangan dibangun rapi, dengan Timothy Castagne dan Rodrigo Muniz aktif mengancam, terutama lewat duel-duel udara.
Namun dominasi itu seperti membentur tembok kokoh. Disiplin lini belakang West Ham membuat Fulham frustrasi. Saat peluang emas tercipta, satu nama berdiri sebagai penghalang utama: Mads Hermansen.
Penjaga gawang West Ham itu tampil luar biasa dengan lima penyelamatan krusial. Momen paling dramatis hadir di menit ke-88 ketika ia menepis sepakan jarak dekat Castagne yang nyaris mengubah skor. Dengan Expected Goals on Target yang dihadapinya mencapai 0.65, Hermansen tetap mampu menjaga gawangnya tak kebobolan. Clean sheet ini terasa seperti kemenangan pribadi sekaligus fondasi kokoh bagi tim tamu.
Berbeda dengan Fulham yang terus menekan, West Ham tampil lebih pragmatis. Penguasaan bola mereka di babak kedua hanya 35%, namun efektivitas menjadi pembeda. Gol semata wayang tercipta pada menit ke-65 lewat sentuhan klinis Crysencio Summerville setelah menerima umpan matang dari Jarrod Bowen. Dari hanya lima tembakan di babak kedua, West Ham mencatat Expected Goals on Target sebesar 0.73 angka yang menunjukkan kualitas peluang mereka jauh lebih berbahaya.
Laga yang dipimpin wasit Matthew Donohue ini berjalan dalam tensi tinggi. Tujuh kartu kuning dikeluarkan, lima di antaranya untuk West Ham termasuk Bowen di masa injury time. Drama juga sempat terjadi pada menit ke-50 ketika VAR membatalkan penalti untuk tim tamu, keputusan krusial yang ikut membentuk arah pertandingan.
Pada akhirnya, ini adalah kisah klasik sepak bola: dominasi tak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Di Craven Cottage, efektivitas dan ketangguhan mental menjadi milik West Ham dan itu sudah cukup untuk membawa pulang tiga angka berharga.