Tren ayam Geprek Fenomena Kuliner Nasional
- 04 Feb 2026 12:13 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tren ayam geprek yang semula muncul dari gerai kecil kini berkembang menjadi fenomena kuliner nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan konsumen terhadap ayam geprek terus meningkat sehingga mendorong inovasi menu, ekspansi waralaba, dan persaingan di pasar makanan cepat saji lokal.
Menurut pelaku usaha kuliner, salah satu faktor kunci kenaikan popularitas adalah fleksibilitas rasa.
“Konsumen bisa memilih tingkat kepedasan, topping, dan variasi sambal mulai dari sambal bawang klasik hingga sambal keju atau mentai,” ujar Rina Suryani, Rabu , 4 Februari 2026 yang merupakan salah seorang pemilik jaringan ayam geprek lokal. Inovasi ini memungkinkan usaha kecil bersaing dengan merek besar.
Selain variasi rasa, model bisnis juga turut berkontribusi. Banyak pengusaha mengadopsi sistem delivery dan kemitraan online yang efektif, memanfaatkan platform pesan antar untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Hal ini terbukti meningkatkan omset, terutama selama periode puncak pemesanan seperti akhir pekan dan musim hujan.
Di sisi lain, persaingan yang ketat mendorong pelaku usaha fokus pada kualitas bahan baku dan kebersihan dapur. Beberapa pemerhati industri makanan menekankan pentingnya standar operasional yang baik untuk menjaga kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha jangka panjang.
Tren ayam geprek juga memberi peluang ekonomi lokal: penyerapan tenaga kerja, pemasokan ayam potong dari peternak skala kecil, serta kolaborasi dengan UMKM penyedia sambal dan pelengkap. Sementara itu, konsumen diharapkan bijak memilih tempat makan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan gizi.
Dengan inovasi produk dan adaptasi model bisnis yang terus berlangsung, analis memperkirakan ayam geprek akan tetap menjadi salah satu pilihan utama kuliner cepat saji Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.