Dilirik Klub Besar, POBSI Sulteng Pastikan Fajar Tetap Bela Sulteng
- 15 Feb 2026 13:46 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pebiliar cilik asal Tolitoli Fajar Alamri mencuri perhatian setelah berlaga dalam ajang Carabao International Open (CIO) 2026 yang digelar di Jakarta , 4-8 Februari 2026. Usianya yang baru menginjak 5 tahun membuatnya menjadi salah satu atlet termuda yang berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Ketua Umum POBSI Sulawesi Tengah, Andi Raharja Limbunan, memberikan apresiasi tinggi atas bakat luar biasa yang ditunjukkan oleh Fajar. Menurutnya, kemampuan atlet cilik tersebut telah memicu ketertarikan klub-klub besar nasional untuk merekrut dan membinanya secara profesional.
"Fajar ini anomali, kami tidak menyangka ada atlet cilik yang sangat berbakat dan luar biasa di tingkat nasional, sehingga klub besar seperti Carabo Junior dari Jawa sangat tertarik untuk merekrutnya," ucap Raharja saat ditemui di kediamannya, Sabtu 14 Februari 2026.
Raharja memastikan bahwa POBSI Sulawesi Tengah akan mendukung penuh keputusan keluarga terkait masa depan klub yang akan menaungi Fajar. Meskipun nantinya Fajar berlabuh di klub luar daerah, ia menjamin sang atlet cilik akan tetap membawa nama Sulawesi Tengah dalam ajang olahraga tingkat nasional.
"Saya bisa yakinkan Fajar akan tetap membela Sulawesi Tengah walaupun berlabuh di klub manapun," ujarnya.
Selain Fajar, Raharja juga menyoroti salah satu atlet biliar potensial lainnya, Jayden Kenneth. Pada Januari 2026, Jayden berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus babak delapan besar dalam turnamen internasional Asian Pool.
Guna mendukung kemunculan bibit potensial di daerah ini, POBSI Sulawesi Tengah akan memprioritaskan penjaringan pelatih mumpuni pada rapat kerja yang rencananya diselenggarakan akhir Maret atau awal April 2026 mendatang. Fokus utama program ke depan tidak hanya pada teknik, tetapi juga pembentukan mentalitas atlet melalui pendampingan psikolog olahraga.
"Ke depannya saya berharap kita punya pelatih yang mumpuni dan dapat membimbing atlet saat bertanding, termasuk dalam membentuk mentalitas atlet bersama psikolog olahraga," tutur Raharja.