Pengurus Pencak Silat Militer Sumsel-Babel Resmi Dikukuhkan
- 10 Feb 2026 17:58 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Markas Jasdam II/Sriwijaya, Selasa 10 Februari 2026, menjadi saksi sejarah dalam pengukuhan Pengurus Daerah Pencak Silat Militer (PSM) wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung serta Pengurus Cabang dan Ranting TA 2026. Acara pengukuhan yang berlangsung khidmat ini menandai sebuah babak baru dalam penguatan bela diri taktis di lingkungan Kodam II/Sriwijaya, yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan keterampilan bela diri prajurit TNI.
Prosesi dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Daerah (Pengda) PSM wilayah Sumsel dan Babel, yang menetapkan pengurus baru yang akan memimpin organisasi bela diri militer ini. Puncak acara ditandai dengan penyerahan lambang bendera PSM secara simbolis dari Ketua Umum Pengurus Pusat PSM kepada Ketua Umum Pengda Sumsel-Babel. Penyerahan bendera ini melambangkan amanah besar yang diberikan kepada pengurus daerah untuk mengembangkan dan memajukan organisasi ini hingga ke tingkat ranting.
Dalam acara yang penuh makna ini, Asops Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Rony Fitriyanto hadir mewakili Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis. Kolonel Rony membacakan sambutan tertulis Pangdam yang menekankan betapa pentingnya Pencak Silat bagi prajurit TNI. Menurut Pangdam, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan sebuah warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai disiplin, kehormatan, dan pengendalian diri, yang harus dimiliki setiap prajurit TNI.
"Pangdam Mayjen TNI Ujang Darwis juga menaruh harapan besar agar keberadaan Pencak Silat Militer dapat membangun sinergi yang positif dengan berbagai perguruan silat lainnya yang sudah ada di bawah naungan IPSI, seperti Merpati Putih, PSHT, Tapak Suci, dan Persinas ASAD. Ia menekankan bahwa hubungan yang harmonis antar perguruan silat ini sangat penting untuk menjaga persatuan bangsa. Pencak Silat harus menjadi alat untuk mempererat hubungan antar masyarakat dan bukan menjadi pemicu perpecahan,"ungkap Mayjen TNI Ujang Darwis.
Dalam amanatnya, Pangdam juga berpesan kepada pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab. Fokus utama organisasi, menurut Pangdam, harus diarahkan pada pembinaan prajurit secara berkesinambungan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, sehingga Pencak Silat Militer tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga memiliki fungsi yang nyata dalam mendukung tugas-tugas kemiliteran yang ada.
"Lebih lanjut, Pangdam mendorong para pelatih Pencak Silat untuk menjalankan program pembinaan yang terstruktur dan bertahap. Melalui pembinaan yang baik, ia berharap akan lahir atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Kodam II/Sriwijaya di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, Pencak Silat Militer bukan hanya berfungsi sebagai alat bela diri, tetapi juga sebagai sarana untuk mencetak prestasi yang membanggakan,"tutup Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Sesdisjasad Kolonel Inf Ade Eko Saputra, Kadispora Sumsel, Ketua KONI Sumsel, serta perwakilan IPSI dari Sumsel dan Babel. Kehadiran berbagai perwakilan perguruan silat, seperti Pagar Nusa, HIMMSI, dan Setia Hati Winongo, semakin mempertegas semangat kebersamaan dalam menjaga dan melestarikan budaya bela diri di wilayah Kodam II/Sriwijaya. Dengan adanya semangat kebersamaan ini, diharapkan Pencak Silat Militer dapat berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bela diri di Indonesia.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan Pencak Silat Militer dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai bagian dari pelatihan fisik prajurit TNI, tetapi juga sebagai simbol semangat persatuan dan penguatan budaya bangsa. Melalui pembinaan yang tepat dan kerjasama antar perguruan silat, Pencak Silat Militer akan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga integritas dan kehormatan bangsa.