Bangkit dari Cedera, Novendra Kembali dengan Medali Emas

  • 04 Nov 2025 11:54 WIB
  •  Palembang

KBRN, Musi Banyuasin: Perjalanan panjang dan penuh perjuangan akhirnya berbuah manis bagi Novendra Siregar, atlet anggar kursi roda asal Palembang. Setelah hampir dua dekade vakum akibat cedera serius, Novendra berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada nomor foil putra kategori A cabang anggar kursi roda di ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Sumatera Selatan 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Atlet yang sehari-hari berprofesi sebagai modifikator motor roda tiga itu tak kuasa menahan haru usai memastikan kemenangan. “Perasaan saya sangat senang sekali, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Medali emas ini saya persembahkan untuk keluarga, terutama istri, anak-anak, dan teman-teman atlet Palembang,” ujar Novendra dengan mata berbinar, Senin (3/11/2025).

Perjalanan Novendra menuju podium tertinggi tidaklah mudah. Ia mengaku sempat vakum sejak tahun 2005 setelah mengalami cedera tulang di bagian kanan saat berlatih cabang olahraga angkat berat untuk Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas). Cedera itu membuatnya harus berhenti total dan menjauh dari dunia olahraga selama hampir 20 tahun.

“Dulu saya sempat ikut turnamen, tapi karena cedera, saya berhenti total hampir 20 tahun. Tahun ini baru saya berani kembali ikut kompetisi lewat cabor anggar,” tuturnya mengenang.

Menjelang Peparprov 2025, Novendra kembali menyalakan semangatnya. Ia menjalani latihan intensif selama hampir dua bulan penuh, berlatih pagi dan sore demi menyiapkan fisik serta teknik bertanding.

“Latihan setiap hari, pagi dan sore. Harus banyak latihan kalau mau hasilnya bagus,” katanya tegas.

Beralih dari angkat berat ke anggar tunanetra menjadi tantangan baru bagi Novendra. Ia menyebut olahraga ini menuntut fokus, kelincahan, dan kecepatan reaksi tinggi.

“Kalau di anggar, pemain duduk di kursi roda dan harus fokus menangkis serta menyerang lawan. Ini menantang karena butuh kelincahan tangan dan konsentrasi tinggi, tidak seperti angkat berat yang lebih mengandalkan tenaga,” jelasnya.

Kemenangan ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi atlet disabilitas lain di Sumatera Selatan. Dengan keterbatasan fisik dan latar belakang sederhana, Novendra membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengalahkan segala batasan.

“Yang penting jangan menyerah. Selalu berusaha, karena hasil tidak akan mengkhianati kerja keras,” pungkasnya penuh makna.

Rekomendasi Berita