Atlet Taekwondo Indonesia (TI) Sumbar Incar Emas di Tanah Borneo Samarinda
- 06 Mar 2026 11:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, PADANG - Jelang penyelenggaraan event taekwondo bertajuk nasional di Tanah Borneo, Samarinda pertengahan April 2026, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Barat terus memantapkan latihan atlet binaan, salah satunya Muhammad Azam Syahrizky. Secara teknis, program latihan sudah terpenuhi, sebagaimana pernyataan yang disampaikan Sekretaris Umum Pengprov TI Sumbar, Yudha Agusti Nugraha kepada RRI pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dikatakan, pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 yang berlangsung di Jakarta, pada kompetisi kelas under 78 kilogram, Muhammad Azam meraih medali perunggu dan dinyatakn paling junior untuk kelasnya.
“Belum lama ini, Muhammaad Azam dipanggil untuk mengikuti seleksi nasional dan dari Pengprov TI Sumbar masih menunggu panggilan resmi dari pusat. Untuk sekarang ini, posisi atlet dalam tahap pematangan menuju pra kompetisi,” ungkap Yudha.
Ada pun kompetisi terakhir yang diikuti atlet bersangkutan berlangsung pada 20 Februari 2026, yakni even kejurnas Usai even, tentunya jelas Yudha, atlet dikembalikan ke kondisi umum untuk perbaikan teknik, mental dan fisik yang bersangkutan.
Selain binaan Pengprov TI Sumatera Barat, Azam juga termasuk atlet prioritas binaan Dispora Sumbar yang segala kebutuhan dan fasilitas berlatihnya dianggarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olaharaga.
Dengan prestasi yang diraih Azam yang kini masih berusia 15 tahun, perjalanan atlet muda ini menurut Yudha masih terbilang panjang. Ia juga termasuk salah satu atlet TI Sumbar yang dipersiapakan membela daerah pada PON NTT dan NTB nantinya.
Ia berharap, atlet TI Sumbar ke depannya dapat terus menyumbangkan emas bagi daerah.
“Kemampuan atlet dari berbagai tingkatan mesti terus diasah, senada dengan pernyataan yang selalu disampaikan Ketua Umum Pengprov TI Sumbar, Brigjen TNI Rayen Obersyl, tidak ada prajurit yang dinyatakan hebat tanpa latihan, begitu juga dengan atlet,” papar Yudha.
Untuk mempersembahkan prestasi gemilang, menurutnya, harus ada tahapan dan agenda latihan yang matang. Dikatakan, atlet harus terus mengasah kemampuan dan jangan cepat berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Teruslah berlatih, berlatih dan berlatih.