Indang Dewata: Pemulihan Ekosistem Pascabencana Butuh Waktu Beberapa Tahun

  • 26 Feb 2026 14:06 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, PADANG - Pemulihan ekosistem pasca bencana membutuhkan waktu yang cukup panjang, bahkan berlangsung dua hingga tiga tahun ke depan. Pengamat Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Indang Dewata mengatakan, langkah pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan, ada rangkaian proses yang menuntun pemulihan ekosistem dimaksud.

Prof. Indang menyebutkan, perubahan cuaca yang terjadi sekarang ini, dari musim kemarau ke musim penghujan sewaktu-waktu bisa berpotensi bencana dan perubahan tersebut jangan sesekali dianggap sebagai faktor yang mendukung upaya pemulihan ekosistem. Sebaliknya jelas Prof. Indang Dewata, masyarakat harus tetap waspada. Bisa jadi hal itu berpotensi terjadi bencana berulang.

“Perubahan cuaca yang cukup ekstrem dari musim kemarau ke musim hujan justeru berisiko bagi lingkungan, termasuk lahan pertanian,” ujarnya Kamis, 26 Februari 2026.

Pada situasi tertentu pori-pori tanah akan mengecil. Kekuatan dan daya lekat tanah juga mengecil sementara potensi hujan yang turun ke bumi justeru lebih besar. Hal demikian sewaktu-waktu bisa berpotensi bencana seperti banjir meski tidak separah kondisi sebelumnya.

Terkait hal itu, selaku pengamat lingkungan, ia mengimbau kesadaran dan kewaspadaan warga agar menjauhi daerah atau pun titik lokasi yang dianggap rawan pada saat potensi dimaksud terjadi di lingkungan sekitar.

“Pada intinya, untuk bisa pulih, ekosistem membutuhkan waktu yang cukup panjang. Bisa dibayangkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk masyarakat dapat melakukan penyesuaian dengan kondisi lingkungan sekitar, pasca bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat pada penghujung November lalu,” ungkap Indang.

Rekomendasi Berita