SOIna Siap Gelar Pekan Special Olympics Nasional 2026 di Kupang
- 13 Mar 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Special Olympics Indonesia (SOina) tengah mempersiapkan dua ajang multi-event olahraga penyandang disabilitas intelektual. Ajang-ajang tersebut ialah, Pekan Special Olympics Indonesia (Pesonas) 2026 dan Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2027.
Pesonas 2026 merupakan ajang olahraga tertinggi multi cabor tingkat nasional atlet bertalenta khusus atau disabilitas intelektual. Sedangkan, SOWSG merupakan multi-event olahraga tertinggi tingkat dunia penyandang disabilitas intelektual yang berlangsung setiap 4 tahunan.
Pesonas dijadwalkan akan berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 13 hingga 17 Oktober 2026. Sementara, SOWSG akan berlangsung di Santiago, Chile, 12 sampai 26 Oktober 2027.
Pesonas yang digelar di NTT merupakan ajang seleksi untuk atlet yang akan dikirim ke SOWSG. Delegasi Indonesia akan terdiri dari 69 orang atlet, dengan pelatih dan official berjumlah 5 orang.
Ketua Umum Pusat SOina, Warsito Ellwein menjelaskan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Pemerintah NTT dan sudah mendapat dukungan. Ia menargetkan untuk membawa pulang 20 medali emas, 35 perak dan 40 perunggu dalam kompetisi SOWSG.
Sebelumnya, delegasi Indonesia pernah menyabet 10 medali emas, 5 medai perak dan 8 medali perunggu di SOWSG Berlin 2023. Pada saat itu, Indonesia hanya membawa 34 atlet.
Menurutnya, lebih dari 2000 peserta dari seluruh dunia akan berlaga di SOWSG 2027 nanti. Lanjut Warsito, SOina terus berjuang untuk membuka peluang inklusif bagi penyandang disabilitas intelektual menemukan potensi juara dalam diri.
"Atlet-atlet ini dapat merasakan sensasi berkompetisi dalam olahraga yang sesungguhnya, serta mampu mengatasi perasaan rendah diri. Memahami arti kemenangan dan tetap aktif sepanjang hidup mereka,” ujar Warsito di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Guna menyukseskan kedua ajang tersebut, SOina tengah menyiapkan Gala Dinner untuk menggalang dana dan membangun jejaring dengan mitra pendukung. Kegiatan itu direncanakan akan berlangsung di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Jakarta, pada 22 Mei 2026.
Diingatkan Warsito bahwa di Indonesia, citra para penyandang disabilitas intelektual ini masih sangat buruk. Bahkan, tak sedikit menganggap keberadaan mereka sebagai sebuah kutukan.
Kondisi itu mesti menjadi perhatian bersama. Terlebih, jumlah difabilitas intelektual di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 5 juta orang.