Ketua Panitia: Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah Jadi Ajang Persatuan

  • 10 Mar 2026 10:05 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,MIMIKA – Ketua Panitia Liga 4 Papua Tengah, Alfred Fredy Anduw, S.IP, menyampaikan bahwa kompetisi Piala Gubernur Liga 4 Zona Papua Tengah Musim 2025–2026 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat Papua Tengah. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara pembukaan yang digelar di Stadion Wania Imipi SP.1, Kabupaten Mimika, Minggu 08 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Alfred Fredy Anduw menyampaikan salam olahraga serta penghormatan kepada Gubernur Papua Tengah beserta jajaran pemerintah daerah yang hadir, termasuk Wakil Gubernur, Bupati Mimika selaku tuan rumah, Wakil Bupati Mimika, para bupati dari berbagai kabupaten di Papua Tengah, serta Ketua PSSI Papua Tengah atau yang mewakili, Muhammad Haikal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta tim yang akan berkompetisi dalam Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah.

Ia mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya seluruh pihak dapat berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk membuka secara resmi Piala Gubernur Papua Tengah.


Menurut Alfred, Provinsi Papua Tengah merupakan daerah yang kaya akan budaya, semangat persaudaraan, serta keberagaman suku, agama, dan adat istiadat. Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan anugerah dari Tuhan yang harus dijaga bersama. Namun, ia juga mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi gesekan antar kelompok yang menimbulkan duka di tengah masyarakat.

Melalui kompetisi Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah ini, pihak panitia ingin menyampaikan pesan kuat kepada masyarakat bahwa sepak bola adalah bahasa persatuan dan ruang damai bagi semua pihak. Di atas lapangan hijau, kata Alfred, tidak ada lagi sekat suku, wilayah gunung maupun pesisir, melainkan satu tujuan bersama yakni bermain secara sportif dan membawa kebanggaan bagi daerah masing-masing.

Ia menambahkan bahwa sepak bola mengajarkan nilai kerja sama, karena kemenangan tidak dapat diraih oleh satu pemain saja, melainkan melalui kebersamaan seluruh tim. Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat Papua Tengah yang hanya dapat maju apabila berjalan bersama tanpa memandang perbedaan suku maupun daerah.

Lebih lanjut, Alfred menjelaskan bahwa kompetisi ini juga menjadi panggung bagi generasi muda Papua Tengah untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka. Selain itu, ajang ini diharapkan dapat melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional maupun internasional.

Ia mengajak seluruh tim peserta, suporter, serta masyarakat untuk menjadikan kompetisi ini sebagai pesta rakyat yang damai. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat meninggalkan konflik dan menggantinya dengan semangat kebersamaan serta dukungan positif dalam dunia olahraga.


Kepada para pemain, Alfred berpesan agar menunjukkan kemampuan terbaik dengan bermain penuh semangat dan tetap menghormati lawan. Ia menegaskan bahwa lawan di lapangan bukanlah musuh, melainkan saudara yang bersama-sama membangun sepak bola di tanah Papua Tengah.

Sementara itu kepada para suporter, ia berharap agar menjadi penonton yang dewasa dengan memberikan dukungan positif tanpa provokasi, sehingga Papua Tengah dapat menjadi contoh persatuan melalui olahraga sepak bola.

Menutup sambutannya, Alfred Fredy Anduw mengajak seluruh pihak menjadikan Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah sebagai simbol perdamaian. Ia berharap setiap pertandingan yang berlangsung dapat mempererat persahabatan dan kebersamaan masyarakat Papua Tengah menuju masa depan yang lebih baik.

“Biarlah peluit pertama menjadi tanda persahabatan kita, dan setiap gol menjadi simbol kemenangan kebersamaan kita. Semoga Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah menjadi bukti bahwa sepak bola mampu mempersatukan suku-suku di tanah Papua Tengah dalam semangat persaudaraan dan perdamaian,” ujarnya.(SAN)

Rekomendasi Berita