Polemik Piala Liga 4, Begini Tanggapan PSSI NTB

  • 15 Feb 2026 22:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Berkembang informasi tak sedap soal piala yang diraih juara pada kompetisi Liga 4 yang digelar oleh PSSI Nusa Tenggara Barat (NTB) musim 2025-2026. Untuk memangkas persoalan tersebut akhirnya PSSI NTB angkat bicara.

Menurut Ketua Harian PSSI Nusa Tenggara Barat, Suhaimi, terkait polemik piala Liga 4 PSSI NTB yang digelar beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan terhadap para juara di setiap kelompok usia maupun level kompetisi yang digelar di Nusa Tenggara Barat.

Suhaimi mengungkapkan, format dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada para juara sudah mengacu pada kebijakan yang selama ini diterapkan secara merata, baik di Liga 4 maupun kompetisi usia muda seperti U-17, U-15, dan U-13 di berbagai kabupaten/kota.

Ia juga mengakui bahwa selama lima tahun terakhir belum ada perubahan signifikan terkait bentuk piala maupun skema dana pembinaan. Namun, hal itu bukan berarti PSSI NTB abai terhadap pengembangan sepak bola daerah.

“Kalau piala, itu kita dari dulu memberikan seperti itu. Jadi kita tidak pernah berpikir mau ada penghinaan atau mau ada rasa tidak menghargai. Karena sepanjang kompetisi kita lakukan dari sebelumnya, 5 tahun sebelumnya, ya seperti itu. Tidak pernah kita memberikan piala yang besar dan lain sebagainya. Sama saja,” ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.

Terkait polemik piala dan dana pembinaan tersebut, Suhaimi menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran. Ia menyebut, dalam waktu mendatang akan ada kongres untuk pemilihan ketua baru PSSI NTB, dan momentum itu bisa menjadi ruang evaluasi bersama.

“Nanti tentu akan ada masukan-masukan, kritik, dan saran untuk pengurus baru. Baik soal piala, pelaksanaan kompetisi, maupun hal-hal lain yang perlu diperbaiki,” katanya.

Selain itu, Suhaimi juga menyoroti pelaksanaan kompetisi yang dinilainya berjalan lancar dan kondusif. Ia mengapresiasi sepanjang Liga 4 dan kompetisi kelompok usia berlangsung, tidak terjadi insiden kericuhan seperti yang sempat terjadi di sejumlah provinsi lain.

“Alhamdulillah, kompetisi kita berjalan aman dan tertib. Tidak ada keributan, tidak ada pemukulan wasit atau tawuran. Ini patut kita syukuri dan jadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif merupakan hasil kerja sama seluruh tim, panitia, perangkat pertandingan, serta dukungan suporter yang menjunjung sportivitas.

Rekomendasi Berita