Pelatih SSB Doberay Raih Prestasi dan Tingkatkan Kualitas
- 09 Nov 2025 13:59 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Perjalanan meraih prestasi tidak selalu berjalan mulus, namun niat, kerja keras, dan kebersamaan mampu membuktikan hasil. Hal tersebut terlihat dari kiprah SSB Doberay di ajang Piala Soeratin U-17 tahun 2025. Dari 34 perwakilan provinsi, tim muda asal Manokwari ini berhasil menembus babak 8 besar nasional, sebuah capaian yang dinilai luar biasa di tengah keterbatasan yang mereka miliki.
Pelatih SSB Doberay, Ferdinandus Hurulean, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan banyak pihak.
"Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari, masyarakat, dan terutama anak-anak yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Dengan segala keterbatasan, hanya bermodal 15 pemain, kami tetap mampu melangkah sampai 8 besar," ujarnya, Sabtu (8/11/2025).
Atas pencapaian tersebut, Ferdinandus menerima apresiasi nasional dan terpilih sebagai salah satu dari 26 pelatih berprestasi tingkat Indonesia pada kelompok U-13, U-15, U-17, dan Piala Pertiwi. Ia mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan lisensi kepelatihan B, yang menjadi jenjang penting dalam meningkatkan kompetensi pelatih di tanah air.
Menurutnya, capaian ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi menjadi dorongan bagi peningkatan kualitas sepak bola di Manokwari.
"Pelatih dengan lisensi ini di Manokwari masih sangat sedikit, mungkin baru dua atau tiga orang. Ilmu yang saya dapat sangat penting, bukan hanya bagi saya pribadi, tapi juga untuk anak-anak dan perkembangan sepak bola kita ke depan," jelasnya.
Sejak berdiri pada tahun 2018, SSB Doberay telah menjadi wadah pembinaan bakat sepak bola bagi sekitar 60 anak usia U-13, U-15, dan U-17. Mereka berlatih rutin dua kali seminggu di Lapangan Kodim Manokwari. Semua fasilitas dan latihan diberikan secara gratis, sebagai upaya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak yang ingin berkembang.
Terkait lisensi B yang kini tengah dijalaninya, Ferdinandus menjelaskan pelatihan dilakukan dalam dua modul masing-masing selama dua minggu, dimulai 9–23 Oktober dan berlanjut 9–23 November 2025.
Ia berharap ilmu tersebut dapat menular langsung kepada para pemain.
"Sesuai mimpi PSSI, peningkatan kualitas pelatih akan berdampak langsung pada kualitas pemain. Kami ingin anak-anak berprestasi di level mereka, dan tugas saya adalah menyiapkan mereka untuk naik ke jenjang berikutnya," tutupnya.