Jangan Disepelekan, Ini Cara Agar Mobil Matic Anda Awet
- 26 Apr 2025 06:32 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari : Tahukah Anda bahwa mobil matic memiliki transmisi otomatis yang cara kerjanya cukup berbeda dengan mobil manual pada umumnya. Penggunaan transmisi otomatis membuat perpindahan gigi saat berkendara pun jadi lebih mudah karena pengemudi tak perlu terlebih dahulu menginjak pedal kopling seperti mobil manual, melainkan langsung saja dengan menginjak pedal gas.
Terlepas dari perbedaan cara kerjanya, transmisi otomatis pada mobil matic juga memerlukan perhatian alias perawatan berkala. Beberapa cara yang dianjurkan agar transmisi otomatis pada mobil matic kesayangan Anda tetap dalam kondisi terbaiknya, ialah sebagai berikut.
1. Memanaskan Mobil Setiap Hari
Panaskan mobil matic Anda secara rutin, sebagai langkah awal perawatan mobil matic. Setidaknya, panaskan selama 30 menit atau 1 menit setiap harinya. Memanaskan mobil dapat dilakukan di pagi hari sebelum Anda beraktivitas. Mesin mobil yang dipanaskan secara rutin akan lebih prima.
Nyalakan mesin mobil dengan kondisi transmisi dalam keadaan netral serta AC yang dimatikan. Meskipun terkesan sepele, namun nyatanya, jarang terjadi gangguan pada mobil yang dipanaskan setiap hari. Hal ini dikarenakan oli akan menyebar ke komponen mesin secara keseluruhan.
2. Ganti Oli Mesin & Oli Transmisi Secara Berkala
Anda dapat mengganti oli mesin secara berkala jika mobil telah menempuh jarak 25.000 km dan maksimal 50.000 km. Namun, untuk oli transmisi sendiri, dapat diganti apabila jarak mobil sudah mencapai 80.000 km. Pada mesin matic, kondisi mesin juga tergantung pada kesehatan oli mobil dan oli transmisi. Oli transmisi memiliki fungsi yang sangat krusial, terutama pada mobil transmisi matic model torque converter. Hal ini dikarenakan kerja transmisi mobil tersebut bergantung pada tekanan hidrolisis yang terdapat di dalamnya.
3. Perhatikan Kondisi Transmisi
Transmisi merupakan hal penting dalam mobil matic, jadi Anda harus memberikan perhatian lebih pada komponen ini. Ganti oli transmisi secara berkala, setidaknya ketika jarak tempuh sudah mencapai 80.000 - 100.000 km. Pastikan menggunakan oli transmisi yang berkualitas supaya performa yang dihasilkan juga optimal.
4. Gunakan Persneling dengan Tepat
Mobil matic memiliki pengaturan persneling yang berbeda dengan mobil manual. Jika penggunaan tuas persneling tidak sesuai dengan fungsinya, maka kerusakan pada gearbox bisa cepat terjadi. Pastikan anda memahami setiap fungsi dari fitur transmisi, seperti transmisi P digunakan parkir dan menggunakan transmisi N saat berhenti di lampu merah.
5. Lakukan Uji Jalan
Untuk mobil matic yang jarang digunakan, penting untuk melakukan uji jalan, setidaknya setiap beberapa bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi mesin mobil, apakah terjadi perubahan yang signifikan atau tidak, seperti gearbox yang sulit dioperasikan hingga oli transmisi yang mengental.
6. Kontrol Kondisi Valve
Tips merawat mobil matic lainnya yaitu dengan mengontrol kondisi valve yang bisa saja bocor. Kebocoran pada valve dapat terjadi karena hentakan gas yang terlalu agresif. Jika valve mengalami kebocoran, maka akan berpengaruh pada komponen transmisi lainnya. Alhasil dapat mengganggu kenyamanan berkendara. Oleh sebab itu, mengontrol kondisi valve dapat menjadi cara efektif dalam merawat mobil matic Anda.
7. Hindari Menginjak Gas Tiba- Tiba
Saat akan melaju, injak pedal gas secara perlahan hingga laju mobil terasa halus. Jika Anda menginjak gas secara tiba-tiba akan mengakibatkan katup solenoide rusak. Kerusakan pada katup disebabkan oleh perubahan oli ke converter toris yang tidak sempurna.
8. Lakukan Perawatan pada Sistem Pendingin Mobil
Keberadaan sistem pendingin mobil sangat penting untuk mencegah mesin panas secara berlebihan. Anda harus rajin memeriksa dan merawat kendaraan dengan servis rutin.
9. Kuras Oli Mesin dan Transmisi Jika Terkena Banjir
Saat terkena banjir dan mesin kemasukan air, berbagai komponen mobil akan mengalami kerusakan. Untuk itu, segera keringkan busi, karburator, v-belt, dinamo starter, saringan air, dan kuras oli transmisi serta ganti dengan yang baru.
Apabila Anda menggunakan mobil di luar batas kemampuannya maka yang terjadi ialah mesin bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Ketika dilakukan terus-menerus maka mesin akan mengalami overheating hingga konsumsi bahan bakar yang menjadi tidak efisien. Jadi pastikan Anda menggunakan kendaraan sesuai dengan tenaga mesin dan kapasitas yang sesuai anjuran pabrikan.