Alokasi Dana Pembinaan PERPANI Malinau Naik Signifikan 2025
- 08 Jan 2026 14:06 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Cabang olahraga Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kabupaten Malinau menerima peningkatan signifikan dana pembinaan pada tahun 2025. Alokasi yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 juta, tahun ini meningkat menjadi Rp190 juta.
Ketua PERPANI Malinau, Helmi Pandawa, menjelaskan kenaikan tersebut diberikan berdasarkan indikator penilaian kinerja masing-masing cabang olahraga.
“Tahun ini bantuan pembinaan untuk PERPANI sangat luar biasa. Dari sekitar Rp80 juta, kini hampir Rp200 juta. Dana itu diberikan berdasarkan indikator-indikator tertentu, dan Alhamdulillah indikator yang kami penuhi dinilai sangat optimal,” ujarnya kepada RRI, Kamis (8/1/2026).
Menurut Helmi, peningkatan anggaran pembinaan berdampak langsung pada kualitas program latihan dan keberlanjutan pembinaan atlet. Dana dimanfaatkan untuk memperkuat agenda latihan rutin, peningkatan kapasitas pelatih, serta pemenuhan kebutuhan teknis atlet.
Sebagai konteks kinerja yang menjadi salah satu parameter penilaian, PERPANI Malinau sepanjang 2025 mencatat raihan 144 medali dari berbagai kejuaraan tingkat lokal, provinsi, hingga nasional.
Total 65 medali emas, 42 perak, dan 37 perunggu, yang diraih oleh 43 atlet pada single event maupun multi event. Rata-rata setiap atlet menyumbangkan lebih dari tiga medali sepanjang 2025.
Ke depan, PERPANI Malinau berkomitmen menjaga akuntabilitas penggunaan dana pembinaan agar sepenuhnya kembali pada program peningkatan kualitas atlet dan tata kelola organisasi.
“Kami memastikan setiap dukungan pembinaan dimanfaatkan untuk penguatan latihan, peningkatan mutu teknis, dan keberlanjutan prestasi,” pungkas Helmi.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malinau mengalokasikan sekitar Rp10 miliar pada tahun 2025 melalui KONI untuk hibah olahraga.
Menurutnya, Besaran dana yang diterima masing-masing cabor berbeda, karena ditetapkan berbasis indikator tertentu. “Ada kriterianya, antara lain prestasi, aktivitas organisasi, pelaksanaan event, serta program pembinaan atlet,” Kata Ernes.
Pembinaan atlet diharapkan berjalan lebih terarah dan prestasi atlet terus berkembang positif dengan pola ini.