Tidak Semua Cabor PON Dipertandingkan di Porprov 2026

  • 20 Jun 2025 16:32 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara II tahun 2026 di Kabupaten Malinau tidak serta-merta mempertandingkan semua cabang olahraga (cabor) yang ada di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Keterbatasan infrastruktur dan ketiadaan organisasi cabor di daerah menjadi dua faktor utama dalam seleksi cabor yang akan dilombakan.

Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasra) Porprov II, Wiyono Adie, menyampaikan bahwa penetapan cabor mengacu pada cabor yang dipertandingkan di PON. Namun, apabila di Malinau tidak tersedia fasilitas maupun pengurus cabor terkait, maka pertandingan tidak akan dilaksanakan.

“Untuk menetapkan satu atau lebih cabor, kita rujuk dulu ke cabor yang dipertandingkan di PON. Tapi kalau kita tidak punya infrastruktur atau pengurusnya, maka tidak kita pertandingkan juga,” jelasnya dalam kunjungan ke Malinau.

Contoh cabor yang dipastikan absen diantaranya adalah layar dan ski air. Meskipun keduanya merupakan bagian dari agenda resmi PON, ketiadaan laut atau perairan terbuka di Malinau membuatnya tidak memungkinkan.

Selain itu, cabor-cabor lain yang membutuhkan venue spesifik dengan standar tinggi juga tengah dievaluasi kelayakannya. Proses ini dilakukan melalui tinjauan langsung ke lapangan dan pemetaan infrastruktur yang tersedia.

Menurut Wiyono, pihaknya bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Kabupaten Malinau masih melakukan validasi dan diskusi terbatas. Rapat bersama akan menentukan daftar final cabor yang bisa dilaksanakan, dengan mempertimbangkan kemampuan daerah, potensi atlet, dan efektivitas penyelenggaraan.

Sementara itu, secara estimatif, diprediksi sekitar 90 persen cabor untuk Porprov dapat dipertandingkan di Malinau. Namun demikian, angka ini masih bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai hasil evaluasi teknis dan politis.

“Kami tidak bicara sekian jumlah cabor, tapi apakah infrastruktur dan organisasi pendukungnya tersedia atau tidak,” tegas Wiyono, seraya menegaskan bahwa Porprov tidak hanya soal kuantitas cabor, tetapi juga kesiapan menyelenggarakan pertandingan secara layak, adil, dan berkualitas.

Rekomendasi Berita