Tips Merawat Aki Mobil Agar Tahan Lama

  • 27 Jan 2026 15:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Aki mobil merupakan komponen vital yang menyediakan energi listrik untuk menghidupkan mesin dan mendukung seluruh sistem elektronik kendaraan, mulai dari lampu, audio, hingga perangkat tambahan. Secara umum, umur aki mobil berkisar antara 2 hingga 5 tahun, namun bisa berbeda tergantung jenis aki, pola penggunaan, dan perawatan yang dilakukan. 

Pada mobil hybrid, aki 12 volt tetap memiliki peran penting dan memerlukan perawatan khusus agar performanya stabil. Walaupun mobil hybrid sudah dilengkapi baterai besar, aki 12 volt tetap vital sebagai sumber daya untuk sistem elektronik. Karena itu, kondisinya harus tetap diperhatikan agar semua fitur mobil berfungsi optimal, yang dikutip dari akimotormobil@gmail.com.

Dan salah satu faktor utama yang mempengaruhi umur aki adalah pola penggunaan kendaraan dan kondisi lingkungan. Dilansir dari toyota.astra.co.id, perjalanan jarak pendek yang sering dapat mencegah aki terisi penuh, sementara suhu ekstrem terutama panas berlebih dapat membuat cairan elektrolit dalam aki menguap lebih cepat sehingga memperpendek umur pakainya. 

Selain itu, kebiasaan menggunakan aksesori elektronik berlebihan saat mesin mati atau menyalakan mesin tanpa mematikan perangkat elektronik terlebih dahulu juga dapat membebani aki. Untuk mengatasinya, disarankan untuk menghidupkan mesin setidaknya 2 hingga 3 kali seminggu selama 10-15 menit jika mobil jarang dipakai, agar aki tetap terisi daya dari alternator.

Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin menjadi kunci untuk menjaga kesehatan aki. Pada aki basah, perlu diperiksa secara berkala tingkat air elektrolitnya dan ditambahkan air aki khusus jika berada di bawah batas minimum. Sementara itu, untuk aki kering atau maintenance free, pemeriksaan tegangan dengan voltmeter menjadi hal penting. 

Tegangan aki yang baik saat mesin mati adalah di atas 12,6 volt, jika berada di antara 12,4–12,6 volt, aki perlu pengisian ringan, dan jika di bawah 12 volt, kondisi aki sudah mulai lemah. Selain itu, terminal aki harus dijaga tetap bersih dari kerak putih atau hijau akibat oksidasi dengan membersihkannya menggunakan sikat kawat dan larutan baking soda, kemudian mengolesi sedikit vaseline untuk mencegah karat.

Kondisi sistem pengisian kendaraan juga tidak boleh diabaikan, karena alternator yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan aki cepat rusak. Menurut informasi dari Astra Ostoshop, tegangan yang tidak stabil dari alternator atau regulator dapat merusak sel-sel aki secara permanen. Cara mengeceknya cukup mudah: ukur tegangan aki saat mesin hidup idealnya berada pada rentang 13,5–14,5 volt. Jika tegangan terlalu rendah atau tinggi di atas 15 volt, segera bawa mobil ke bengkel untuk diperiksa. Selain itu, hindari melakukan starter-ulang berulang kali dalam waktu singkat; beri jeda 10-15 detik antara percobaan starter agar aki tidak overheat dan terhindar dari kerusakan.

Perawatan yang tepat tidak hanya memperpanjang umur aki tetapi juga mencegah risiko mogok mendadak yang mengganggu aktivitas. Tanda-tanda aki perlu diganti antara lain kesulitan menghidupkan mesin, lampu dan klakson yang melemah, serta munculnya indikator aki di dashboard. Untuk memastikan kondisi aki selalu optimal, disarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh ke bengkel resmi secara berkala, di mana teknisi dapat melakukan tes kapasitas aki dan memastikan sistem kelistrikan kendaraan berfungsi dengan baik.

   

Rekomendasi Berita