Rekrut Lyvin Kurzawa, Apa yang Persib Harapkan?

  • 29 Jan 2026 07:41 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Persib Bandung secara mengejutkan berhasil mendatangkan salah satu Marque Player di Bursa Transfer Januari ini, mantan Wonderkid AS Monaco dan PSG, Lyvin Kurzawa. Ia adalah salah satu produk terbaik akademi AS Monaco di kelasnya. Bersama Yannick Carrasco yg juga didikan akademi, ia langsung membantu Monaco kembali ke perebutan gelar Ligue 1.

Tidak ada yg meragukan kualitas Kurzawa sebagai pemain. Pujian pernah ia terima dari berbagai figur pelatih. Entah itu Unai Emery, ataupun Laurent Blanc yg mendatangkan Kurzawa ke PSG Bahkan Marco Silva menyebut Kurzawa sebagai top Talent!. Agresif dan kental aroma Bad Boys, begitulah media menggambarkan sosok Kurzawa.

Bergabung ke Persib Bandung, Kurzawa bisa memberikan warna yang berbeda di sisi kiri mereka. Agresivitas Kurzawa di atas rata-rata. Jelas lebih Oke dibandingkan dengan Eliano, Barba, ataupun Dewangga. dengan pengalamannya, Kurzawa bisa membimbing pemain muda. Ia adalah tipe bek kiri yang senang naik membantu serangan, punya umpan silang & tendangan bebas berbahaya.

Puncak kariernya terjadi pada musim 2017/2018, saat memperkuat PSG, Pemain dengan 15 Caps di Timnas Prancis itu berhasil mencetak Hat-Trick saat berlaga di Liga Champions menghadapi Anderlecht. Ia bermain Full 90 menit dan membawa klubnya Finish sebagai Juara Grup.

Soal gaji, Kurzawa termasuk salah satu penerima upah tinggi di PSG. Di puncak kariernya, ia pernah menerima sekitar £104 ribu/minggu (Rp2,3 miliar). musim terakhirnya di PSG gajinya tetap tinggi meski menit bermain minim. Tantangan lain bagi Persib, Ia pernah operasi pangkal paha yang mengakhiri musim 2016–17. Saat dipinjamkan ke Fulham, ia mengalami ruptur ligamen lutut kiri saat latihan. Data Transfermarkt juga mencatat cedera otot berulang yang mempengaruhi menit bermainnya.

Bagi Persib, merekrut Kurzawa berisiko tapi berpotensi menghadirkan nama besar dan pengalaman luar biasa dari Eropa. Ia bisa kembali menemukan sentuhan terbaiknya asalkan bisa menjaga fisik, profesionalisme, serta kecepatan adaptasi dengan iklim dan gaya sepak bola Indonesia.

Rekomendasi Berita