Mario Suryo Aji Tampilkan Batik Magetan di Moto2 2026
- 01 Mar 2026 00:06 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Pembalap kebanggaan Magetan, Mario Suryo Aji, bersiap menyongsong musim 2026 dengan wajah baru di ajang Moto2. Bukan hanya soal performa di lintasan, Mario juga menghadirkan identitas kultural yang kuat melalui desain helm terbarunya.
Helm tersebut mengusung tema “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara” dengan dominasi warna merah berpadu sentuhan hitam, cokelat, dan emas. Ornamen Batik Bumi Mageti tampil menonjol sebagai representasi kampung halamannya. Pada bagian depan tersemat simbol yang terinspirasi dari kejayaan Kerajaan Majapahit, yakni elemen Surya Majapahit yang sarat makna historis.
Tak berhenti pada simbol kerajaan, desain ini juga memasukkan karakter pewayangan Gatotkaca sebagai figur sentral. Sosok ksatria yang dikenal tangguh dan mampu terbang tanpa sayap itu dipilih sebagai perlambang keberanian, kekuatan, serta semangat pantang menyerah. Detail irah-irahan atau mahkota Gatotkaca semakin menegaskan pesan kebijaksanaan dan dedikasi dalam perjuangan.
Batik Bumi Mageti yang menghiasi helm turut merangkai kisah-kisah lokal Magetan. Di dalamnya tergambar legenda Naga Kiai Pasir dan Nyai Pasir, siluet Gunung Lawu, hingga ikon Situs Ganesha Gimbal serta rumpun bambu Pring Sedapur. Semua unsur tersebut disusun selaras dengan huruf “M” sebagai penanda identitas Mario.
Makna personal juga tersemat lewat angka balap 64 yang tetap ia pertahankan. Nomor tersebut menjadi penghormatan bagi sang ayah, Hartoto, yang lahir pada 4 Juni 1964 dan memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya.
Melalui helm bernuansa budaya ini, Mario bukan sekadar mengejar hasil maksimal di lintasan. Ia membawa semangat Jawa Timur dan Magetan untuk diperkenalkan kepada dunia, membuktikan bahwa balap motor dan kebanggaan terhadap akar budaya dapat melaju berdampingan.