Defa Khinza, Juara Balapan Asal Aceh Penghafal Qur’an
- 26 Mei 2025 15:55 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Di tengah deru mesin dan panasnya persaingan di lintasan balap, muncul sosok Racer (pebalap) muda yang tak hanya piawai mengaspal, tapi juga Hafal ayat Al-qur'an.
Dialah M. Defa Khinza, Pemuda asal Aceh yang kini menyita perhatian publik, setelah meraih podium juara Yamaha Cup Race (YCR) 2025 Seri 1 di Pekanbaru, Riau pada 17 - 18 Mei 2025 lalu. Saat itu, Ia bergabung dalam Club Muzakkir Manaf Panglima Nanggroe Racing Team Aceh.
Namun di balik itu, ternyata Khinza menyimpan sisi lain sebagai seorang santri Hafizh Al-Qur'an.
Khinza adalah Putera kelahiran Lhokseumawe, 26 Juni 2010, dan merupakan anak pertama dari Lima bersaudara. Ia dibesarkan dalam lingkungan yang memadukan nilai-nilai spiritual dan semangat kompetitif di dunia balapan.
Bakat balapannya terasah dari Sang Ayah, yang juga mantan Pebalap Aceh, dan dijuluki Dedek Buloh Blang Ara (BBA). Pada eranya, BBA aktif di dunia balap periode 1997 hingga 2006. Sementara Ibunya, Icut menanamkan nilai-nilai religius dan disiplin sejak dini.
Saat ini, Khinza menempuh pendidikan di Mons Private, Gunung Kidul, Yogyakarta. Di usia belia, ia sudah berhasil menghafal 10 Juz Al-Qur'an sambil tetap aktif mengikuti kejuaraan balap motor di berbagai daerah.
“Balapan itu soal fokus, keberanian, dan kecepatan. Tapi, menghafal Al-Qur’an juga perlu ketekunan, ketenangan hati, dan disiplin. Dua-duanya saya pelajari dengan serius,” ujar Khinza dalam sebuah wawancara dengan awak media di Lhokseumawe, Senin (26/5/2025).
Prestasi di lintasan tak membuatnya melupakan kewajibannya sebagai santri. Bahkan di sela-sela latihan atau saat menunggu jadwal race, Khinza kerap terlihat murajaah hafalan dengan mushaf kecil yang selalu menyertainya.
Kebiasaan inilah yang membuatnya semakin dikenal bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena keteladanannya.
Pencapaian Khinza menjadi bukti bahwa semangat dan dedikasi bisa bersinar di manapun. Ia telah menunjukkan kepada banyak anak muda bahwa menjadi pembalap tidak harus jauh dari nilai-nilai agama.
Ke depan, Khinza bercita-cita untuk terus mengejar prestasi di dunia balap profesional sambil tetap menjaga hafalan Qur'an. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan yang positif, bukan tidak mungkin namanya akan terus melambung, menjadi inspirasi generasi baru yang religius dan berprestasi.
Melengkapi Mimpi Sang Ayah
Tangisan haru tergambar di wajah sang ayah, Dedek BBA, sesaat setelah nama Khinza diumumkan sebagai juara pada ajang Yamaha Cup Race (YCR) 2025 Seri 1 di Pekanbaru.
Pelukan erat Dedek terhadap Khinza seakan menyiratkan bahwa momen itu lebih dari sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan. Baginya, ini bukan hanya karena keberhasilan menjuarai balapan, akan tetapi ada nilai lain dalam pencapaian tersebut, yakni jati diri Pebalap muda yang juga Hafizh Qur'an.
“Saya dulu balapan untuk mengejar mimpi. Hari ini, saya melihat mimpi itu dilanjutkan oleh anak saya, tapi dengan cahaya yang lebih indah, karena dia juga membawa Al-Qur’an dalam hatinya,” ujar Dedek sambil mengusap air mata yang tak mampu ia bendung.
Momen haru itu sekaligus menjadi simbol keberhasilan didikan yang seimbang antara dunia dan akhirat.